Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Majapahit sebagai Pusat Spiritualitas Hindu-Buddha Nusantara

Imron Arlado • Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:19 WIB
Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara. Majapahit mencapai kekuasaannya pada abad ke 14-15 masehi. Sumber foto: Google
Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara. Majapahit mencapai kekuasaannya pada abad ke 14-15 masehi. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit dikenal bukan hanya karena kejayaannya dalam politik dan perdagangan, tetapi juga sebagai pusat spiritual yang memadukan ajaran Hindu dan Buddha.

Di masa itu, raja dianggap sebagai titisan dewa, dan kehidupan istana dipenuhi dengan ritual, meditasi, serta simbol-simbol sakral.

Candi-candi megah yang masih berdiri hingga kini bukan sekadar bangunan, melainkan jejak dari keyakinan mendalam yang membentuk budaya Nusantara.

Melalui artikel ini, kita akan menelusuri bagaimana Majapahit menjadi tempat berkembangnya spiritualitas, bagaimana ajaran Hindu-Buddha dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, dan warisan apa yang masih terasa hingga kini.

 

Perpaduan Dua Ajaran Besar

Majapahit menganut dua ajaran utama: Hindu dan Buddha. Kedua ajaran ini tidak saling bertentangan, melainkan berpadu secara harmonis.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Majapahit menjalankan ritual Hindu seperti pemujaan kepada dewa-dewa, sekaligus menghayati ajaran Buddha tentang welas asih dan kesederhanaan.

Salah satu bukti perpaduan ini adalah karya sastra Kakawin Sutasoma, yang mengandung filosofi “Bhinneka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu. Ungkapan ini menunjukkan bahwa perbedaan ajaran tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan.

 

Kehidupan Spiritual di Istana dan Masyarakat

Raja Majapahit dianggap sebagai titisan dewa, dan istana menjadi pusat ritual keagamaan. Upacara besar dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam dan memohon berkah dari para dewa.

Para pendeta dan resi memainkan peran penting dalam membimbing spiritualitas masyarakat.

Selain itu juga, praktik seperti meditasi, tapa brata (bertapa), dan penggunaan jimat atau simbol sakral menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Spiritualitas bukan hanya urusan agama, tetapi juga menyatu dengan budaya dan pemerintahan.

 

Baca Juga: Ketika Jalur Perdagangan Maritim Dikuasai Majapahit, Inilah Armada Laut Terkenal dari Nusantara

Candi dan Situs Suci sebagai Pusat Spiritualitas

Majapahit meninggalkan banyak candi dan situs spiritual yang masih bisa dikunjungi hingga kini. Candi Tikus, Candi Brahu, dan Candi Bajang Ratu adalah contoh bangunan yang digunakan untuk ritual dan pemujaan.

Kolam Segaran di Trowulan juga diyakini memiliki fungsi spiritual, bukan sekadar tempat rekreasi. Tata ruang kota Majapahit dirancang mengikuti konsep kosmologi Hindu-Buddha, yang mencerminkan keseimbangan antara dunia manusia dan alam semesta.

 

Warisan yang Masih Hidup

Meskipun Majapahit telah lama runtuh, warisan spiritualnya masih terasa. Di Bali, banyak tradisi Hindu yang berasal dari masa Majapahit masih dijalankan. Di Jawa, nilai-nilai seperti toleransi, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap alam masih menjadi bagian dari budaya lokal.

Filosofi “Bhinneka Tunggal Ika” bahkan diangkat sebagai semboyan negara Indonesia, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh spiritual Majapahit terhadap identitas bangsa.

Majapahit bukan hanya kerajaan besar yang menguasai wilayah luas, tetapi juga pusat spiritual yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap kehidupan, alam, dan keberagaman.

 

Perpaduan ajaran Hindu dan Buddha di Majapahit melahirkan nilai-nilai luhur seperti toleransi, keseimbangan, dan kebijaksanaan warisan yang masih terasa hingga kini. Dengan memahami sisi spiritual Majapahit.

Kita tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga belajar bagaimana nilai-nilai kuno bisa menjadi inspirasi untuk hidup harmonis di masa kini. Majapahit mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan hanya ada pada pedang dan takhta, tetapi juga pada kebijaksanaan dan kesadaran batin.

ANGELINA

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#majapahit #budaya majapahit #warisan majapahit #kehidupan istana majapahit #spiritual #hindu buddha #Kejayaan Majapahit