Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Miliki Estetika Arsitektur Khas Majapahit, Ini Kajian Gaya dan Fungsi Candi Bajang Ratu

Imron Arlado • Kamis, 7 Agustus 2025 | 06:44 WIB
Candi Bajang Ratu merupakan salah satu peninggalan arsitektur paling menarik dari era Majapahit. Terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur yang diyakini sebagai. sumber foto : pinterets
Candi Bajang Ratu merupakan salah satu peninggalan arsitektur paling menarik dari era Majapahit. Terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur yang diyakini sebagai. sumber foto : pinterets

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Candi Bajang Ratu merupakan salah satu peninggalan arsitektur paling menarik dari era Majapahit. Terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur yang diyakini sebagai pusat pemerintahan Majapahit.

Candi ini tidak hanya berperan sebagai simbol kejayaan arsitektur dan seni rupa kerajaan tersebut.

Melalui kajian gaya dan fungsi Candi Bajang Ratu, kita dapat memahami lebih dalam estetika arsitektur dan seni rupa kerajaan tersebut.

Melalui kajian gaya dan fungsi Candi Bajang Ratu, kita dapat memahami lebih dalam estetika arsitektur Majapahit yang sarat dengan makna filosofis, spiritual, dan budaya.

 

 

Gaya Arsitektur Majapahit

Candi Bajang Ratu menampilkan ciri khas arsitektur Majapahit yang menonjoll melalui penggunaan bata merah sebagai bahan utama.

Dan yang disusun dengan teknik presisi tinggi sehingga menciptakan bentuk geometris yang kokoh namun anggun.

Hingga relief pada gerbang ini mencerminkan pengaruh seni Hindu-Buddha, terutama pada ornamen flora, fauna, dan motif wayang yang menjadi bagian penting dari estetika Majapahit.

 

Fungsi Simbolis dan Religius

 

Selain berfungsi sebagai pintu masuk, Candi Bajang Ratu juga memiliki simbolis yang mendalam:

 

 

 

        Sebagai gerbang paduraksa, bangunan ini diyakini menjadi pintu masuk menuju                    kompleks suci yang digunakan untuk upacara keagamaan.

 

       Beberapa ahli arkeologi meyakini bahwa Candi Bajang Ratu dibangun untuk                           mengenangRaja Jayanegara (1309-1328 M), raja kedua Majapahit.

 

 

 

 

        Gerbang ini kemungkinan besar digunakan dalam prosesi ritual tertentu, termasuk                upacara pemujaan dan peringatan arwah leluhur.

 

 

Estetika dan Filosofi Desain

Dari segi estetika, proporsi dan simetri Candi Bajang Ratu mencerminkan prinsip harmoni yang sangat dijunjung tinggi dalam seni bangunan Majapahit.

Garis-garis vertikal yang tegas memberikan kesan menjulang, seolah-olah menghubungkan dunia manusia dengan alam transendental.

Sementara itu, ornamen-ornamen yang mengelilinginya memperkuat narasi visual tentang keagungan kerajaan dan keteraturan kosmos. 

Bahkan, keberadaan relief-relief dengan tema mitologis, seperti kisah Sri Tanjung dan Garudeya.

Menunjukkan bagaimana arsitektur Majapahit berfungsi sebagai media komunikasi nilai-nilai budaya, agama, dan moral.

 

 

Hal ini membuktikan bahwa Candi Bajang Ratu tidak hanya sekedar gerbang, tetapi juga karya seni monumental yang merefleksikan pandangan hidup masyarakat Majapahit.

 

Perbandingan dengan Gerbang Majapahit Lain

Untuk memahami keunikan Candi Bajang Ratu, perlu membandingkannya dengan gerbang Majapahit lain, seperti Wringin Lawang:

 

 

 

Berbentuk candi bentar atau gerbang terbelah tanpa atap. Fungsi utamanya lebih bersifat administratif atau profan, digunakan sebagai pintu masuk ke kawasan istana atau pusat pemerintahan.

 

 

Berbentuk paduraksa dengan atap, menunjukan sifatnya yang lebih religius dan sakral. Hal ini menguatkan dugaan bahwa Bajang Ratu digunakan untuk keperluan upacara spiritual atau sebagai bagian dari kompleks pemujaan.

Perbedaan ini menunjukan bahwa arsitektur gerbang Majapahit dirancang sesuai konteks fungsional dan nilai simbolis yang ingin ditonjolkan.

Candi Bajang Ratu bukan hanya peninggalan arsitektur, tetapi juga mahakarya estetika yang memadukan fungsi, simbolisme, dan nilai budaya.

 

Baca Juga: Ratu Kencana Wungu, Pemimpin Anggun dari Kerajaan Majapahit yang Kini Terpajang di Bus Trans Jatim

 

Melalui desainya yang presisi, penggunaan relief yang sarat makna, serta posisinya sebagai pintu masuk ke area sakral.

Candi Bajang Ratu mencerminkan kebesaran intelektual dan spiritual masyarakat Majapahit. Estetika gerbang ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari lanskap budaya yang lebih luas. 

Dan yang mencerminkan kejayaan arsitektur Majapahit dan pengaruhnya terhadap tradisi arsitektur Jawa hingga kini.

Dengan hal ini, mempelajari Candi Bajang Ratu berarti menyingkap tidak hanya keindahan visual, tetapi juga nilai-nilai filosofis yang membentuk peradaban Majapahit. (AILEEN) 

Editor : Martda Vadetya
#seni rupa #mojokerto #Gaya Arsitektur Majapahit #Fungsi Simbolis dan Religius #simbol #Filosofis #candi bajang ratu #trowulan #arsitektur #wringin lawang #geometris #Gerbang ke Area Sakral #Estetika dan Filosofi Desain