Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Candi Penataran Ternyata Punya Peran Penting dalam Dunia Politik dan Propaganda Kekuasaan Majapahit, Lho!

Imron Arlado • Kamis, 7 Agustus 2025 | 06:41 WIB
Di kaki Gunung Kelud, di antara hamparan sawah dan pepohonan yang rimbun, berdiri sebuah kompleks candi yang memancarkan keagungan masa lalu, yaitu Candi Penataran. sumber foto: pinterets
Di kaki Gunung Kelud, di antara hamparan sawah dan pepohonan yang rimbun, berdiri sebuah kompleks candi yang memancarkan keagungan masa lalu, yaitu Candi Penataran. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Di kaki Gunung Kelud, di antara hamparan sawah dan pepohonan yang rimbun, berdiri sebuah kompleks candi yang memancarkan keagungan masa lalu, yaitu Candi Penataran.

Kompleks candi ini membentang luas di tanah Blitar, dengan batu-batu andesit berwarna kelabu kehitamanan yang tersusun rapi, seolah-olah menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit.

Setiap anak tangga, setiap relief, dan setiap halaman berlapis di dalamnya mengisyaratkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar fungsi keagamaan saja.

Ia adalah panggung politik dan propaganda kekuasaan yang dirancang dengan penuh perhitungan.

 

Simbol Kekuasaan di Tengah Alam 

Dibangun di lereng yang menghadap ke arah Gunung Kelud, Candi Penataran menempati posisi yang sarat makna. Gunung ini juga dikenal sebagai sumber bencana sekaligus kesuburan.

Dengan membangun candi di lokasi yang strategis ini, Majapahit ingin menegaskan bahwa kekuasaan mereka mampu menjinakan alam.

Setiap kali raja atau pejabat kerajaan datang ke sini untuk memimpin ritual tolak bala, rakyat menyaksikan sendiri bahwa penguasa mereka bukan hanya pemimpin duniawi, tetapi juga penataran kekuatan kosmik.

 

 Arsitektur sebagai Pernyataan Politik

Kompleks Candi Penataran terdiri dari tiga halaman yang berundak, semakin tinggi semakin suci.

Tata letak ini mencerminkan konsep kosmologi Hindu-Buddha, di mana puncak tertinggi melambangankan Gunumg Meru, pusat alam semesta.

Majapahit dengan sengaja membanmgun candi ini seolah-olah menempatkan kerajaanya sebagai pusat dunia.

Bangunan utamanya berdiri kokoh di halaman paling atas, menjulang dengan tangga batu yang terjal dan dinding yang dihiasi relief.

 

Relief sebagai Media Propaganda

Jika diperhatikan lebih dekat, dinding-dinding Candi Penataran penuh dengan relief yang rumit dan detail.

Namun, ini bukan hanya sekadar hiasan. Setiap ukiran menyampaikan pesan politik yang halus:

 

 

 

Relief-relief ini tidak hanya menghibur mata, tetapi juga menanamkan nilai seperti, raja adalah pelindung dunia, pemimpin yang memiliki mandat ilahi.

Dengan demikian, candi ini berfungsi seperti buku terbuka yang mengajarkan doktrin kekuasaan Majapahit kepada siapapun yang melihatnya.

 

Upacara Kerajaan dan Demonstrasi Kekuasaan

Candi Penataran tidak hanya indah, tetapi juga hidup melalui berbagi ritual. Pada masa Hayam Wuruk, candi ini menjadi pusat upacara besar yang melibatkan pejabat tinggi kerajaan, bangsawan daerah, hingga rakyat biasa. 

Di sebuah upacara dengan bau dupa memenuhi udara, gendang dan gamelan dipukul bertalu-talu.

Sementara sang raja memakai busana emas dan kain sutra, lalu memimpin persembahan di hadapan arca dewa.

Di tengah suasana yang khidmat itu, rakyat menyaksikan langsung bagaimana pemimpinnya tampak seperti sosok ilahi.

Semua itu meneguhkan keyakinan bahwa kekuasaan Majapahit tak hanya dilindungi oleh kekuatan manusia, tetapi juga oleh para dewa.

 

 

Monumen Propaganda yang Abadi

Bahkan setelah Majapahit runtuh, Candi Penataran tetap berdiri kokoh. Batu-batunya yang dingin seolah masih menyimpan gema langkah Hayam Wuruk dan gema sumpah Gajah Mada untuk mempersatukan Nusantara.

Ia adalah pengingat bahwa kekuasaan tidak hanya ditegakkan dengan pedang dan perang, tetapi juga melalui simbol-simbol yang merasuk ke dalam keyakinan rakyat.

Kini, Candi Penataran tidak lagi menjadi pusat kekuasaan politik, tetapi ia tetap memancarkan aura keagungan.

Setiap relief yang dipahat ratusan tahun yang lalu masih menceritakan kisah tentang bagaimana sebuah kerajaan menggunakan seni, agama, dan ritual untuk meneguhkan kekuasaannya. 

Candi Penataran adalah lebih dari sekadar peninggalan arsitektur. Ia adalah bukti bagaimana Majapahit menggunakan candi sebagai alat propaganda.

 Dan memperlihatkan kemewahan kerajaan, dan menanamkan citra raja sebagai penguasa dunia sekaligus utusan dewa. (AILEEN)

Editor : Martda Vadetya
#Demonstrasi Kekuasaan #Relief Bhimaswarga #Relief Ramayana #majapahit #ritual tolak bala #arsitektur #candi penataran #propaganda #Relief #Relief Krishnayana #gunung kelud #politik #monumen