JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit (1293-1527 M) tidak hanya dikenal sebagai kekuatan politik dan militer terbesar Nusantara. Tetapi juga sebagai pusat kebudayaan yang sarat dengan simbolisme.
Kekuasaan raja dan legitimasi dinasti tidak hanya diperlihatkan melalui peperangan atau kebijakan pemerintahan.
Melainkan juga lewat arca, lambang, dan ikon-ikon yang memiliki makna spiritual, politis, dan sosial yang mendalam.
Simbol-simbol ini menjadi sarana komunikasi visual antara penguasa dan rakyatnya, menegaskan kedudukan raja sebagai pemimpin yang tidak hanya duniawi, tetapi juga memiliki aura ketuhanan.
Arca Sebagai Manifestasi Dewa-Raja
Salah satu ciri khas Majapahit adalah tradisi dewaraja, yakni konsep yang menempatkan raja sebagai perwujudan dewa bumi.
Setelah wafat, raja sering dibuatkan arca perwujudan yang disamakan dengan dewa tertentu, sebagai bentuk penghormatan sekaligus legitimasi kekuasaan dinasti.
- Arca Raden Wijaya sebagai Harihara: Raden Wijaya, pendiri Majapahit, digambarkan sebagai perwujudan Harihara (gabungan dewa Siwa dan Wisnu).
- Arca Rajapatni sebagai Prajnaparamita: Gayatri Rajapatni, nenek dari Hayam Wuruk, dipahat dalam bentuk Dewi Prajnaparamita, lambang kebijaksanaan tertinggi dalam Buddhisme.
Arca-arca ini tidak hanya berfungsi sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai sarana politik untuk menegaskan garis keturunan dan kesakralan kekuasaan Majapahit.
Lambang-Lambang Kerajaan
Selain arca, Majapahit juga dikenal dengan penggunaan berbagai lambamg kerajaan yang memuat pesan politisdan filosofis:
- Lambang Surya Majapahit: Matahari bersinar dengan delapan sinar utama yang diapit simbol dewa-dewa Hindu-Buddha. Lambang ini menandakan bahwa raja adalah pusat kekuasaan yang menerangi seluruh wilayah.
- Naga: Dalam mitologi Majapahit, naga melambangkan kekuatan kosmik, pelindung kerajaan, dan keseimbangan antara dunia atas dan bawah.
- Padma (Teratai): Teratai adalah lambang kesucian dan kebangkitan spiritual. Simbol ini sering digunakan dalam arsitektur suci Majapahit untuk menegaskan hubungan antara kekuasaan duniawi dan ketuhanan
Makna Politik di Balik Simbol
Bagi Majapahit, setiap arca, lambang, dan simbol bukan sekadar karya seni. Mereka berfungsi sebagai:
- Legitimasi kekuasaan: Meneguhkan Klaim bahwa raja adalah titisan dewa.
- Pemersatu Wilayah: Menjadi identitas yang mengikat rakyat dari berbagai daerah dan budaya di bawah satu kerajaan.
- Alat Diplomasi: Simbol-simbol seperti surya Majapahit juga ditemukan situs luar jawa, menandakan pengaruh politik dan budaya yang luas.
Warisan Simbol Majapahit di Masa Kini
Hingga kini, simbol-simbol Majapahit masih mempengaruhi budaya indonesia. Surya Majapahit digunakan dalam lambang militer indonesia, mencerminkan nilai kejayaan dan persatuan.
Arca-arca peninggalan Majapahit menjadi koleksi di museum, sekaligus objek penelitian sejarah dan arkeologi.
Selain itu, berbagai upacara adat di Jawa Timur, Bali, dan daerah lain masih memuat unsur-unsur simbolik yang berakar dari tradisi Majapahit, menunjukan betapa kuatnya warisan budaya tersebut.
Simbol-simbol kekuasaan Majapahit adalah representasi dari cara kerajaan ini meneguhkan legitimasi dan membangun identitasnya.
Melalu arca, lambang, dan arsitektur, Majapahit menggabungkan spiritualitas dan politik menjadi satu kesatuan yang harmonis.
Kekayaan Majapahit bukan hanya tentang wilayah yang luas, tetapi juga tentang kemampuannya menciptakan bahasa simbolik yang membentuk wibawa, identitas, dan warisan budaya yang bertahan hingga kini. (AILEEN ZNR)
Editor : Martda Vadetya