Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Hubungan Perdagangan Majapahit dengan Dunia Islam dan India Selatan

Imron Arlado • Rabu, 6 Agustus 2025 | 03:18 WIB
Kerajaan Majapahit (1293-1527 M) merupakan salah satu kerajaan terbesar di Asia tenggara yang menguasai sebagian besar wilayah Nusantara. sumber foto: pinterets
Kerajaan Majapahit (1293-1527 M) merupakan salah satu kerajaan terbesar di Asia tenggara yang menguasai sebagian besar wilayah Nusantara. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit (1293-1527 M) merupakan salah satu kerajaan terbesar di Asia tenggara yang menguasai sebagian besar wilayah Nusantara. Letaknya yang strategis di Jawa Timur menjadikan perdagangan internasional.

Dengan menghubungkan kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, India, Hingga Timur Tengah. Kejayaan ekonomi Majapahit sangat dipengaruhi oleh jaringan perdagangan maritim, khususnya hubungan dengan dunia islam yang semakin berkembang pada abad ke 14 dan 15. 

Kekayaan alam yang dimiliki Majapahit seperti beras, garam, gula kelapa, kayu jati, damar, dan hasil hutan membuat kerajaan ini menarik minat para pedagang asing.

Pelabuhan-pelabuhan penting seperti Tuban, Gresik, Canggu, dan Surabaya menjadi titik pertemuan para pedagang dari berbagai negeri. Di pelabuhan-pelabuhan ini, aktivitas perdagangan berlangsung dengan sangat ramai.

Sistem pelabuhan yang terbuka dan keamanan laut yang sangat dijaga ketat oleh armada Majapahit menjadikan kerajaan ini sebagai pusat ekonomi regional sekaligus kekuatan maritim yang disegani.

Hubungan perdagangan Majapahit dengan dunia Islam terutama terjadi melalui para pedagang dari Gujarat, Persia, dan Arab.

 

 

membawa berbagai komoditas seperti kain katun, sutra, keramik Persia, logam mulia, rempah-rempah langkah, dan kuda dari Timur Tengah.

Dan sebagai gantinya Majapahit mengekspor beras, kayu jati, gula kelapa, garam, serta berbagai hasil hutan tropis yang sangat dibutuhkan di luar negeri. 

Pedagang Muslim, khususnya dari Gujarat, memainkan peran penting sebagai perantara antara dunia islam dan Nusantara. Mereka bukan hanya pedagang, tetapi juga menetap di kota-kota pelabuhan seperti Gresik dan Tuban.

Sementara itu, hubungan Majapahit dengan India Selatan juga memainkan peranan besar dalam membentuk jaringan perdagangan internasional.

Kawasan Coromandel dan Malabar merupakan pusat perdagangan penting di India Selatan yang memiliki hubungan erat dengan Nusantara.

 

Pedagang India Selatan juga memanfaatkan angin muson untuk menyeberangi Samudra Hindia menuju Jawa dan kepulauan lainnya.

Mereka membawa kain berkualitas tinggi, rempah-rempah seperti lada dan kapulaga, logam, batu permata, serta perhiasan.

Sebagai imbalannya, mereka membeli beras, kayu jati, kapur barus, gula kelapa, dan hasil hutan dari Majapahit.

 

 

Jalur perdagangan ini bukan hanya memperkuat hubungan ekonomi, tetapi juga menciptakan pertukaran budaya. 

Pengaruh India Selatan dapat terlihat dalam arsitektur candi-candi Majapahit, penggunaan istilah-istilah administratif yang dipengaruhi bahasa Sanskerta dan Tamil, serta kehadiran komunitas pedagang India yang menetap di pelabuhan-pelabuhan Majapahit.

Hubungan dagang dengan dunia Islam dan India Selatan membawa dampak sangat besar bagi perekonomian dan politik Majapahit.

Penerimaan pajak dari aktivitas perdagangan di pelabuhan menjadi salah satu sumber utama kemakmuran kerajaan.

Majapahit juga memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan utama di Asia Tenggara, yang mengandalkan jalur pelayaran dan memelihara hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan tetangga.

Selain itu, interaksi dengan pedagang Muslim mempercepat penyebaran Islam di wilayah pesisir Jawa, sementara hubungan dengan India Selatan memperkaya budaya Majapahit melalui seni, bahasa, dan tradisi dagang.

Hubungan dagang ini membentuk Majapahit sebagai jembatan penting antara peradaban Timur dan Barat. 

 

 

Baca Juga: Strategi Politik Raden Wijaya: Memperluas serta Mempertahankan Kekuasaan melalui Pernikahan Politik 

Tanpa adanya jaringan perdagangan yang luas dengan dunia Islam dan India Selatan, perkembangan ekonomi dan budaya di Majapahit tidak akan semaju seperti yang tercatat dalam sejarah.

Hubungan dagang tersebut tidak hanya mengangkat Majapahit sebagai pusat kemakmuran, tetapi juga sebagai titik pertemuan budaya yang mempengaruhi transformasi sosial di Nusantara menjelang akhir kejayaan kerajaan tersebut. AILEEN 

 

Editor : Imron Arlado
#pedagang Muslim #timur tengah #pelabuhan #politik majapahit #perdagangan internasional #asia timur #Perdagangan maritim #armada majapahit #Samudra #arab #nusantara #kerajaan majapahit #india #jawa #asia tenggara