Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Meluas Hingga ke Mancanegara: Ini Dia Warisan Majapahit yang Ditemukan di Luar Nusantara

Imron Arlado • Rabu, 6 Agustus 2025 | 03:17 WIB
Sejak awal berdirinya, Majapahit telah dikenal sebagai kerajaan maritim yang terbesar dan sudah benar-benar merdeka. Sumber foto: Google
Sejak awal berdirinya, Majapahit telah dikenal sebagai kerajaan maritim yang terbesar dan sudah benar-benar merdeka. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sejak awal berdirinya, Majapahit telah dikenal sebagai kerajaan maritim yang terbesar dan sudah benar-benar merdeka. Wilayah kekuasaannya pun meluas hingga ke luar pulau bahkan ke luar Nusantara.

Kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya ini berdiri sejak tahun 1293 hingga tahun 1527 masehi dan berhasil mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Yang membuat Majapahit semakin istimewa adalah pengakuan bahwa kekuasaannya mencakup wilayah yang sangat luas hingga ke mancanegara.

Namun, topik ini masih kerap kali diperdebatkan apakah kekuasaan itu dipimpin secara langsung seperti koloni dan administrasi atau hanya sekedar dominasi politik budaya. Di saat itulah pembuktian secara ilmiah memiliki peran yang sangat penting.

Sementara itu, konsep kepemimpinan secara langsung dalam konteks Majapahit merupakan kondisi di mana suatu wilayah dipimpin dan tunduk dalam kendali administratif maupun militer Majapahit seperti Bali dan Madura.

Sedangkan dominasi politik dan budaya atau hegemoni contohnya seperti kerajaan yang ditaklukkan, sekutu dagang, dan tributary state atau wilayah yang memberi upeti sebagai pengakuan kekuasaan wilayah yang lebih kuat.

Dalam kakawin negarakertagama telah tertulis bahwa banyak wilayah yang menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit, meski tidak menutup kemungkinan bahwa wilayah tersebut hanya tunduk secara simbolik.

Dalam negarakertagama yang menjadi bukti tertulis kekuasaan Majapahit juga disebutkan bahwa ada sekitar 98 daerah yang dianggap tunduk pada Majapahit.

Beberapa wilayah yang paling menonjol saat itu adalah Tumasik yang sekarang disebut Singapura, Kelantan, Langkasuka yang saat ini menjadi Malaysia, Samudera pasai (Aceh), dan Wwanin yang saat ini adalah Papua.

 

Baca Juga: Tambang Pasir Makin Menjamur, Eksploitasi Sungai Brantas Picu Pelarangan

 

Bukti bahwa kekuasaan kerajaan Majapahit meluas hingga ke banyak wilayah hingga ke mancanegara juga dapat dilihat dari temuan prasasti dan artefak para peneliti.

Contohnya seperti prasasti candi penataran yang mengkonfirmasi ekspedisi Hayam Wuruk dan perluasan wilayah hingga ke Indonesia bagian Timur.

Selain itu, prasasti wurare juga ditemukan sebagai simbol politik penting yang digunakan sebagai dasar sumpah palapa dan memuliakan Gajah Mada sekaligus bukti penyatuan Nusantara sebelum masa Hayam Wuruk.

Penemuan arkeologis dan artefaktual seperti struktur arsitektur bangunan khas Majapahit di Lombok, Bali, Trowulan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah juga semakin memperkuat bukti luasnya kekuasaan Majapahit.

Pengaruh budaya Majapahit juga sangat kuat di beberapa wilayah seperti Bali, Lombok, dan Kalimantan. Bali sendiri dipercaya menjadi penjaga warisan budaya Jawa Hindu.

Sementara itu, di Lombok dan Kalimantan bahasa Jawa kuno dan istilah pemerintahan seperti desa, banjar, dan pura ditemukan tersebar sekaligus digunakan di wilayah tersebut.

Tak hanya di Nusantara saja, penemuan bukti-bukti kekuasaan Majapahit juga ditemukan di mancanegara. Beberapa wilayah di mancanegara tersebut adalah Brunei, Malaysia, Singapura, hingga Australia bagian utara.

Beberapa peneliti luar negeri menemukan jejak budaya kuno di Australia bagian utara yang memiliki banyak kesamaan dengan artefak dan simbol dari Jawa Timur di era Majapahit.

Jejak tersebut salah satunya ditemukan di wilayah Arnhem Land, di Northern Territory, Australia berupa gua kuno besar yang di dalamnya terlukis gambar perahu kuno besar yang bentuknya sangat mirip dengan kapal jong.

Kapal jong sendiri adalah kapal perang legendaris berukuran sangat besar milik Majapahit.

Di wilayah itu juga ditemukan pola batik dan simbol pada lukisan di gua yang mirip dengan simbol Jawa Hindu di era Majapahit

Para penduduk aborigin di sana juga memiliki cerita tentang kelompok asing yang datang dari wilayah utara dengan membawa rempah-rempah dan alat besi.

 

Baca Juga: Sudah Ada Sejak Era Kolonial, Tambang Pasir di Sungai Brantas Diincar Surabaya untuk Pembangunan Kota

 

Beberapa arkeolog mempercayai bahwa dahulu kala ada pelayaran lintas benua yang dilakukan oleh kerajaan besar dari Asia Tenggara. Dalam hal ini, Majapahit yang dipercaya sebagai kerajaan besar tersebut.

Dr Ian Glover, seorang arkeolog inggris, juga menemukan kemungkinan adanya kontak antara masyarakat pesisir Australia Utara dengan pelaut dan pedagang dari wilayah Nusantara.

Hal ini karena ditemukannya kosa kata serapan dari bahasa Melayu-Jawa dan beberapa alat yang tidak biasa di budaya Aborigin, tetapi mirip dengan alat yang ditemukan di Nusantara.

Dengan segala penemuan ini, Majapahit membuktikan bahwa pengaruh peradaban bisa meluas tanpa sepenuhnya pendudukan fisik.

Melalui pengaruh pelayaran, diplomasi, budaya, dan perdagangan juga dapat menjadi jaringan pengaruh internasional bahkan hingga meluas jauh ke Australia Utara.

FANEZA

 

Editor : Imron Arlado
#artefaktual #Dr Ian Glover #Northern Territory #kapal jong #penemuan arkeologis #kekuasaan kerajaan Majapahit #majapahit #Australia #Australia Utara #Arnhem Land #kerajaan majapahit #Perluasan Wilayah