Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan Tahun Keenam, Tim Arkeolog BPK Wilayah XI Temukan Pagar Keliling Sisi Selatan

Martda Vadetya • Selasa, 5 Agustus 2025 | 03:54 WIB

DITELUSURI: Tim ekskavasi mendata struktur yang ditengarai sebagai pagar keliling sisi selatan Situs Bhre Kahuripan atau Watu Ombo di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko. (foto: JPRM)
DITELUSURI: Tim ekskavasi mendata struktur yang ditengarai sebagai pagar keliling sisi selatan Situs Bhre Kahuripan atau Watu Ombo di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko. (foto: JPRM)
  


RADAR MAJAPAHIT - Ekskavasi kompleks Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, membuahkan hasil.

Setelah sepekan digulirkan, tim arkeolog akhirnya menemukan struktur bata kuno yang ditengarai sebagai pagar keliling sisi selatan dari petilasan Ratu Tribuana Tunggadewi tersebut.

”Alhamdulilah kami sudah mendapatkan apa yang kami hipotesakan sebagai pagar selatannya,” ujar Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M. Ichwan, kemarin (2/8).

Sementara ini, struktur bata kuno yang membentang dari timur ke barat terdata sepanjang 25 meter, dengan lebar sekitar 120 cm.

Ketebalan pagar bervariasi, rata-rata sekitar 9 lapis bata kuno. Sebagian titik pagar ditemukan rusak atau tidak utuh.

”Kita temukan di kedalaman yang variatif juga. Ada yang baru sekitar 40 cm dari permukaan sudah ditemukan, dan ada yang satu meteran juga,” beber arkelog BPK Wilayah XI ini.

Ichwan menjelaskan, belum ditemukan indikasi tapak gapura atau gerbang dari struktur yang telah dibuka.

Akses pintu masuk ka area candi sementara ini diasumsikan berada di seberang barat yoni. ”Sementara ini untuk gerbang kami duga dari sisi barat saja (area lapangan Desa Klinterejo),” jelas Ichwan.

Secara keruangan, lanjut dia, letak pagar sisi selatan sejajar dengan pagar sisi utara yang lebih dulu ditampakkan pada tahun lalu. Kedua sisi berjarak sekitar 90 meter dari candi utama.

”Jadi sama dengan sisi utara juga. Secara keruangan sudah presisi,” imbuhnya.

Sementara di sektor bintang atau mandala Situs Klinterejo, target ekskavasi tahun ini dinilai telah tercapai.

Seluruh sisi struktur yang menyerupai Surya Majapahit telah ditelusuri.

Menurut Ichwan, struktur mandala terdiri dari dua bujur sangkar yang terbuat dari susunan bata kuno. Masing-masing berukuran 17x17 meter persegi.

”Untuk sektor mandala ini sudah semuanya. Yang kita buka ini sekitar 25x25 meter. Mencakup area di sekitar struktur bintang ini,” papar Ichwan.

Namun, sejauh ini tim ekskavasi belum mendapati temuan lepas yang signifikan. Mayoritas sekadar berupa gerabah dan keramik yang tercecer di titik gali.

”Lebih ke alat sehari-hari. Seperti kendi atau pasu dan lainnya. Untuk area mandala, lebih banyak fragmen genting. Semuanya berserakan, tidak tersentral," tandasanya.

Ekskavasi tahun keenam ini digelar mulai 23 Juli hingga 7 Agustus mendatang.

Sebanyak 15 orang tim teknis dan 17 tenaga penggalian dilibatkan dalam penelusuran arkeologis ini.

Ekskavasi yang berlangsung selama dua pekan ini difokuskan di dua titik.

Yakni, di lahan sisi tenggara dari area candi Situs Bhre Kahuripan dan struktur mandala di Situs Klinterejo. (vad/ris)

Editor : Martda Vadetya
#mandala #ekskavasi #majapahit #kabupaten mojokerto #surya majapahit #situs bhre kahuripan #BPK Wilayah XI #Bata Kuno