Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Majapahit dalam Seni dan Sastra Jawa Kuno

Imron Arlado • Senin, 4 Agustus 2025 | 23:48 WIB
Kerajaan Majapahit tidak hanya dikenal karena luasnya kekuasaan dan kekuatan militernya, tetapi juga karena kedalaman budayanya yang memukau.  sumber foto: pinterest
Kerajaan Majapahit tidak hanya dikenal karena luasnya kekuasaan dan kekuatan militernya, tetapi juga karena kedalaman budayanya yang memukau. sumber foto: pinterest

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit tidak hanya dikenal karena luasnya kekuasaan dan kekuatan militernya, tetapi juga karena kedalaman budayanya yang memukau. 

Di tengah gemuruh politik dan ekspansi wilayah, berkembanglah seni yang halus dan sastra yang penuh makna, menjadi saksi bisu keagungan peradaban Nusantara.

Melalui ukiran candi yang detail, tarian kerajaan yang anggun, serta syair kakawin yang sarat filosofi, Majapahit meninggalkan warisan yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan nilai spiritual dan intelektual.

Artikel ini akan menelusuri bagaimana seni rupa dan sastra Jawa Kuno menjadi medium ekspresi sekaligus dokumentasi era kejayaan Majapahit.

Majapahit sebagai Pusat Estetika dan Literasi Nusantara

Kerajaan Majapahit (1293–1527 M) merupakan kerajaan Hindu-Buddha terakhir dan terbesar dalam sejarah Indonesia klasik. Selain dikenal sebagai kekuatan politik, Majapahit juga menjadi pusat perkembangan budaya.

Terutama dalam bidang seni dan sastra Jawa Kuno yang menjadi warisan peradaban sampai hari ini.

 

Baca Juga: Punya Peran Penting, Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo Jadi Jalur Perdagangan Era Majapahit

Seni Rupa: Estetika yang Mengakar dalam Spiritualitas

Seni rupa Majapahit berkembang pesat di berbagai bentuk arsitektur, patung, relief, hingga kerajinan tangan. Seni bukan sekadar hiasan, melainkan sarana ekspresi spiritual dan legitimasi kekuasaan.

Arsitektur Candi

Relief Naratif dan Dekoratif

 

Baca Juga: Ditopang Sungai Brantas dan Bengawan Solo, Perahu Kayu Padati Lalu Lintas Sungai Zaman Majapahit

 Seni Patung dan Arca

Sastra Jawa Kuno: Cerminan Intelektual dan Filosofis Majapahit

Sastra Jawa Kuno pada masa Majapahit tidak hanya berkembang secara kuantitatif, tetapi juga menunjukkan kedalaman intelektual dan spiritual.

 Kakawin Nagarakretagama

Pararaton

 Fungsi Sastra Majapahit:

 

Baca Juga: Tambang Pasir Makin Menjamur, Eksploitasi Sungai Brantas Picu Pelarangan

Interkoneksi Seni dan Sastra: Candi Sebagai Naskah Visual

Seni dan sastra tidak berdiri sendiri. Relief di candi sering kali merupakan representasi visual dari cerita dalam kakawin. Dengan demikian:

Warisan seni dan sastra Kerajaan Majapahit bukan sekadar peninggalan masa lampau, melainkan cerminan jiwa dan peradaban yang agung. 

Melalui relief candi, arca, serta karya sastra seperti Kakawin Negarakertagama dan Sutasoma, kita diajak memahami nilai spiritual, intelektual, dan sosial masyarakat Majapahit.

Memelihara dan mengapresiasi warisan budaya ini adalah tanggung jawab bersama, agar generasi mendatang tak hanya mengenang kejayaan, tetapi juga menjadikannya inspirasi untuk berkarya dan berbudaya. 

Majapahit mungkin telah tiada, namun gema estetikanya tetap hidup di antara kita dalam seni, puisi, dan semangat persatuan.

ANGELINA

 

 

Editor : Imron Arlado
#sejarah #Kakawin Nagarakretagama #sastra jawa kuna #Pusat Estetika dan Literasi Nusantara #majapahit #Arsitektur Candi #seni