JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah perkampungan Trowulan, Mojokerto, berdiri kokoh sebuah bangunan bata merah yang memancarkan aura kejayaan masa silam.
Gapura Wringin Lawang, namanya mungkin tak sepopuler Candi Borobudur atau Prambanan. Namun gapura ini menyimpan cerita panjang tentang kemegahan Kerajaan Majapahit.
Dengan arsitektur megah bergaya khas Majapahit, Wringin Lawang bukan sekadar gerbang fisik. Melainkan juga pintu masuk menuju masa lalu, tempat sejarah, kebudayaan, dan kejayaan leluhur masih bergema di setiap susunan batanya.
Artikel ini akan mengajak kalian menelusuri makna, fungsi, dan keunikan gapura yang disebut-sebut sebagai simbol penyambutan di masa kejayaan Nusantara.
Sejarah dan Latar Belakang Gapura Wringin Lawang
Gapura Wringin lawang diperkirakan dibangun pada abad ke-14, gapura ini terletak di Trowulan, Mojokerto yang diyakini sebagai Ibu Kota Majapahit.
Nama Wringin Lawang berasal dari bahasa Jawa yang berarti Pintu Beringin, mungkin merujuk pada pohon beringin yang ada di dekat gapura tersebut di masa lampau.
Secara historis, gapura ini diyakini sebagai pintu gerbang menuju sebuah komplek penting, kemungkinan kediaman tokoh tinggi kerajaan, bahkan ada yang menyebut sebagai rumah mahapatih Gajah Mada. Meskipun catatan tertulis tentangnya minim.
Tetapi bentuk dan gaya arsitekturnya menguatkan bahwa bangunan ini berasal dari kejayaan Majapahit dan menjadi salah satu saksi bisu kejayaan kerajaan tersebut.
Baca Juga: Agar Aksara Terbaca Jelas, Ukiran di Daun Lontar Harus Dilumuri Minyak Kemiri
Ciri Khas Arsitektur Gapura Wringin Lawang
Gapura Wringin Lawang memiliki gaya arsitektur khas Majapahit, yaitu bentuk gapura terbelah yang terdiri dari dua bagian simetris tanpa atap penghubung diatasnya. Bangunannya tersusun dari bata merah yang disusun rapi tanpa menggunakan semen, menunjukkan keahlian teknik bangunan masa itu.
Ketinggian mencapai sekitar 15 meter, dengan struktur tangga dan ornamen sederhana namun kokoh.
Gaya timur pada masa Majapahit, yang menekankan bentuk simetris, kesederhanaan, dan kekuatan. Kombinasi bentuk dan bahan bangunan membuat gapura ini tidak hanya indah secara virtual, namun bisa tahan terhadap waktu,cuaca selama berabad-abad.
Fungsi Gapura di Masa Lalu
Gapura Wringin Lawang diduga berfungsi sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan penting di lingkungan Kerajaan Majapahit.
Karena bentuknya yang megah dan letaknya yang strategis, banyak ahli sejarah meyakini bahwa gapura ini menjadi akses masuk ke kompleks bangunan elit.
Baca Juga: Begini Alat Tulis Era Majapahit, Daun Lontar Jadi Kertas dan Pensil dari Pisau Kecil
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa gapura ini mungkin merupakan gerbag menuju rumah Mahapati Gajah Mada.
Fungsi gapura seperti ini pada masa Majapahit bukan sekadar sebagai pintu masuk. Tetapi juga sebagai simbol kehormatan dan status yang menandai kawasan yang dianggap sakral.
Gapura Wringin Lawang bukan hanya sekedar bangunan tua yang berdiri di Trowulan, melainkan jejak nyata kerajaan Majapahit yang masih bisa kita saksikan hingga kini.
Dari latar belakang sejarahnya sebagian penting dari kekuasaan, hingga fungsi dan bentuk arsitekturnya yang khas.
Baca Juga: Mengulik Kemajuan Infrastruktur dan Tata Kota Majapahit di Peradaban Nusantara Kuno
Dengan memahami sejarah, fungsi, dan keunikan arsitekturnya, kita diajak untuk lebih menghargai warisan budaya bangsa, sekaligus menyadari betapa majunya peradaban Nusantara di masa lampau.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado