JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Majapahit kerajaan besar yang pernah berdiri di tanah Jawa pada abad ke-13 hingga ke-15. Dikenal sebagai simbol kejayaan Nusantara. Meski pusat kekuasaannya berada di Trowulan, Jawa Timur, berbagai temuan arkeologi menunjukkan bahwa pengaruh Majapahit menjangkau jauh hingga luar pulau Jawa.
Jejak Majapahit di Nusantara Timur tidak hanya berupa peninggalan fisik, tetapi juga pengaruh budaya dan sosial yang masih terasa hingga saat ini. Meskipun pusat kerajaan Majapahit berada di Jawa Timur, pengaruhnya menyebar luas hingga ke wilayah timur Nusantara, termasuk aspek pemerintahan, seni, dan perdagangan.
Penemuan ini menjadi bukti penting atas luasnya cakupan ekonomi, dan budaya pada masa lampau. Beberapa daerah di luar Pulau Jawa menunjukkan bukti kuat keberadaan pengaruh Majapahit:
- Bali: Pulau ini bahkan sempat menjadi sebagian dari wilayah kekuasaan Majapahit. Prasasti dan struktur pura menunjukkan pengaruh gaya arsitektur dan sistem sosial ala Jawa Majapahit.
- Sumatra: Di Palembang dan Jambi, ditemukan sejumlah artefak tembikar dan keramik bergaya Majapahit. Selain itu, hubungan dagang antara Majapahit dan kerajaan Melayu di Sumatera juga tercatat dalam naskah kuno.
- Kalimantan: Temuan fragmen keramik Chuna di Kalimantan Timur, khususnya di daerah Kutai, menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi jalur aktif di bawah pengaruh Majapahit.
- Sulawesi dan Nusa Tenggara: Beberapa artefak logam dan seni ukir menunjukkan keterpengaruhan terhadap kebudayaan lokal, terutama sistem kepercayaan dan penggunaan simbol-simbol kerajaan.
Catatan kuno seperti Negarakertagama dan Pararaton menyebut wilayah-wilayah luar Jawa sebagai daerah bawahan atau mitra politik Majapahit.
Namun, bukti tertulis ini kini diperkuat oleh penemuan arkeologis yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, menunjukkan bahwa pengaruh Majapahit bukan sekadar mitos, tetapi nyata dalam wujud material.
Berikut adalah beberapa jejak Majapahit yang dapat ditemukan di Nusantara Timur:
- Pengaruh Pemerintahan dan Birokrasi:
- Sistem Pemerintahan:
Majapahit menerapkan sistem pemerintahan terpusat dengan raja sebagai penguasa tertinggi. Pengaruh ini terlihat pada sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan di wilayah timur yang kemudian muncul, seperti Kesultanan Ternate dan Tidore.
- Pengangkatan Pejabat:
Majapahit juga dikenal mengirimkan pejabat atau wakil raja untuk mengurus wilayah-wilayah taklukannya. Hal ini tercermin dalam catatan sejarah kerajaan-kerajaan di Maluku yang memiliki pejabat dengan gelar yang mirip dengan struktur pemerintahan Majapahit.
- Hukum dan Tata Pemerintahan:
Meskipun tidak semua wilayah timur memiliki catatan hukum yang jelas dari Majapahit, beberapa aspek hukum dan tata pemerintahan kerajaan-kerajaan lokal menunjukkan pengaruh Majapahit dalam hal struktur dan mekanisme pemerintahan.
- Pengaruh Ekonomi dan Perdagangan:
- Jaringan Perdagangan:
Majapahit memiliki jaringan perdagangan yang luas, menghubungkan wilayah Jawa dengan wilayah-wilayah lain di Nusantara, termasuk wilayah timur. Pengaruh ini terlihat dalam jenis komoditas perdagangan yang diperdagangkan dan rute perdagangan yang digunakan.
- Sistem Mata Uang:
Meskipun tidak semua wilayah timur menggunakan mata uang yang sama dengan Majapahit, sistem mata uang gobog (uang koin berlubang) yang digunakan di Majapahit kemungkinan juga digunakan di beberapa wilayah.
Penemuan-penemuan ini menguatkan narasi bahwa Majapahit adalah cikal bakal dari gagasan Nusantara. Sebuah kesatuan wilayah yang kini menjadi bagian dari Indonesia modern. Melalui arkeologi, sejarah Majapahit tak hanya hidup dalam buku pelajaran, tetapi juga di tanah dan benda nyata yang ditemukan dari berbagai pulau.
Jejak Majapahit di luar Pulau Jawa menegaskan bahwa kerajaan ini bukan hanya kekuatan regional, tetapi kekuatan maritim dan budaya yang menyatukan wilayah-wilayah Nusantara.NIYA
Editor : Imron Arlado