Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Telusuri Pagar dan Struktur Bintang Mandala, Ekskavasi Lanjutan Situs Bhre Kahuripan dan Situs Klinterejo Digelar

Martda Vadetya • Minggu, 27 Juli 2025 | 04:16 WIB
TAHAP ENAM: Tim eskavasi BPK Wilayah XI menggali kawasan Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, kemarin (26/7). (dok. JPRM)
TAHAP ENAM: Tim eskavasi BPK Wilayah XI menggali kawasan Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, kemarin (26/7). (dok. JPRM)

RADAR MAJAPAHIT - Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, kembali diekskavasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI.

Tim arkeolog fokus menelusuri sebaran cagar budaya pada area timur dan tengah candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini.

Ekskavasi tahun keenam tersebut digelar mulai 23 Juli hingga 7 Agustus mendatang. Sebanyak 15 orang tim teknis dan 17 tenaga penggalian dilibatkan dalam penelusuran arkeologis itu.

Ekskavasi difokuskan di dua titik. Seluruhnya tak lain melanjutkan pekerjaan ekskavasi tahun lalu.

Titik pertama masuk area Situs Klinterejo atau di barat Balai Tani, Desa Klinterejo.

Di titik ini, penggalian dilakukan untuk menelusuri sebaran struktur berbentuk bintang menyerupai Surya Majapahit yang diduga Mandala.

”Kami akan melengkapi struktur berdenah bintang, akan kita tampakkan bagian lancip di sisi selatan. Kemudian target kedua, mengungkap pagar sisi selatan dari pagar keliling situs,” ungkap Ketua Tim Ekskavasi sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI M. Ichwan, kemarin.

Dia menjelaskan, pagar sisi selatan situs ditengarai mencapai 120 meter. Hanya saja, sejauh ini seluruh bagian strutur belum seluruhnya ditampakkan dan teridentifikasi.

”Target kami selanjutnya mengungkap sudut area pagar selatan,” bebernya. Tim arkeolog kini meneruskan penelusuran yang dilakukan tahun lalu.

Pada ekskavasi tahun kelima pada candi berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi sebelumnya menyasar pagar keliling halaman sisi utara utama candi.

Ketika itu, tim ekskavasi telah mengidentifikasi pagar sisi utara setebal 110 cm yang membujur dari barat ke timur sepanjang 183 meter dengan tapak pilar di tengahnya.

Kendati demikian, belum seluruh kawasan Bhre Kahuripan tereksplorasi. BPK Wilayah XI memprediksi luas kawasan candi mencapai 6 hektare persegi.

Sementara ini, kurang dari 50 persen sebaran cagar budaya yang terungkap. Ekskavasi tahun keenam pada candi peninggalan Raja Hayam Wuruk tersebut tak lain untuk melengkapi data yang telah dihimpun sejauh ini.

Sekaligus mengungkap seluruh denah keruangan situs cagar budaya yang dikenal dengan petilasan Ratu Tribuana Tunggadewi atau Watu Ombo tersebut. (vad/ris)

 

Editor : Martda Vadetya
#Teridentifikasi #mandala #arkeolog #surya majapahit #bhre kahuripan #tribuana tunggadewi #kerajaan majapahit #situs