Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Pengaruh India dan Tiongkok terhadap Budaya dan Politik di Majapahit

Imron Arlado • Minggu, 27 Juli 2025 | 23:15 WIB

Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada abad ke-13 hingga ke-15 M, dikenal sebagai kerajaan maritim dan agrais yang sangat maju dan berpengaruh di Asia Tenggara. sumber foto: pinterets
Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada abad ke-13 hingga ke-15 M, dikenal sebagai kerajaan maritim dan agrais yang sangat maju dan berpengaruh di Asia Tenggara. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada abad ke-13 hingga ke-15 M, dikenal sebagai kerajaan maritim dan agrais yang sangat maju dan berpengaruh di Asia Tenggara.

Dalam catatan sejarah, kejayaan Majapahit tidak terlepas dari pengruh besar dua peradaban raksaksa Asia, yaitu India dan Tiongkok.

Keduanya memiliki peran penring dalam membentuk sistem politik, budaya, agama, ekonomi, dan diplomasi Majaphit.

Alih-alih hanya menjadi penerima pasif, Majapahit berhasil menyaring, mengolah, dan memadukan pengaruh luar ini dengan tradisi lokal.

Menciptakan sebuah warisan budaya yang kompleks, kaya, dan khas.

Pengaruh India: Agama, Sastra, dan Struktur Sosial

India memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap Majapahit, terutama melalui penyebaran agama Hindu dan Buddha sejak masa sebelumnya.

 

 

Majapahit menganut agama Hindu-Siwa dan juga mengakomodasi Buddhisme Mahayana.

Dua agama ini membentuk dasar kosmologi, sistem kepercayaan, dan praktik spiritual di lingkungan istana dan masyarakat.

Sistem kasta yang menyerupai varna di India juga mulai terlihat dalam struktur sosial Majapahit, meskipun tidak seketat sistem kasta di India.

Golongan Brahmana (pendeta), Ksatria (bangsawan dan prajurit), Waisya (pedagang), dan Sudra (rakyat biasa) menjadi kerangka sosial yang diadopsi dengan penyesuaian lokal.

Dari sisi sastra, pengaruh India terlihat dalam penggunaan bahasa Sanskerta dan Kawi dalam karya-karya.

Seperti Negarakertagama karya Mpu Prapanca, serta Sutasoma karya Mpu Tantular.

Pengaruh Tiongkok: Perdagangan, Diplomasi, dan Teknologi

Sementara itu, pengaruh Tiongkok terhadap Majapahit lebih dominan dalam bidang ekonomi dan politik luar negeri. Tiongkok merupakan mitra dagang utama Majapahit.

Hubungan ini tercatat dalam berbagai kronik Tiongkok, termasuk catatan Dinasti Yuan dan Ming, yang mencatat kedatangan utusan Majapahit ke Tiongkok dan sebaliknya.

Komoditas seperti rempah-rempah, kapas, logam, dan keramik menjadi bagian penting dalam perdagangan dua arah.

Barang-barang tembikar dan keramik dari Tiongkok bahkan banyak ditemukan di situs-situs arkeologi Majapahit seperti Trowulan.

 

 

Secara politik, hubungan dengan Tiongkok juga penting untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Tenggara.

Majapahit menjaga hubungan baik dengan Dinasti Ming yang menggantikan Yuan, dan ikut serta dalam jaringan diplomatik dan ekonomi yang luas di bawah sistem tribut Tiongkok.

Tiongkok juga membawa pengaruh dalam hal teknologi pertanian pelayaran. Kapal jung Tiongkok, teknik irigasi.

Dan sistem manajemen pelabuhan kemungkinan memberi kontribusi pada kemajuan logistik dan pertanian Majapahit.

 

Sinkretisme Budaya dan Identitas Lokal

Menariknya, pengaruh India dan Tiongkok tidak membuat Majapahit kehilangan jati diri.

Sebaliknya, Majapahit berhasil menciptakan budaya sinkretis yang khas, seperti perpaduan antara Hindu-Buddha dari India elemen ekonomi dan diplomasi dari Tiongkok.

Hal ini terlihat dalam arsitektur candi, upacara keagamaan, serta konsep kepemimpinan raja sebagai titisan dewa yang melindungi dan memakmurkan rakyat.

Mirip dengan konsep devaraja India namun dikemas dalam simbolisme Jawa.

Majapahit juga mampu menciptakan identitas kebangsaan yang kuat, terbukti dari semangat persatuan. 

Dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika” dari Mpu Tantular yang menunjukan upaya menyatukan perbedaan dalam kesatuan nasional.


Baca Juga: Gayatri Rajapatni: Sosok Perempuan Berpengaruh di Balik Kejayaan Majapahit

 

Majapahit adalah contoh bagaimana sebuah kerajaan besar di Asia Tenggara dapat tumbuh kuat dengan menyerap, menyesuaikan dan mengadaptasi pengaruh dari peradaban besar dunia.

India memberi dasar spiritual dan budaya, semntara Tiongkok menawarkan peluang ekonomi dan stabilitas diplomatik.

Dalam tangan para raja, cendekiawan, dan rakyatnya, pengaruh luar itu dijadikan bahan untuk memperkaya kebudayaan dan memperkuat politik lokal.

Warisan itu masih terasa hingga kini, sebagai bagian penting dari sejarah indonesia dan identitas Nusantara.  AILEENZNR

Editor : Imron Arlado
#dinasti ming #budaya #tiongkok #arkeolog #logistik #Yuan #ekonomi #buddha #cendekiawan #kerajaan majapahit #kerajaan maritim #simbolisme kasta #india #asia tenggara