Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengungkap 6 Penyebab Utama di Balik Runtuhnya Kejayaan Majapahit

Imron Arlado • Kamis, 24 Juli 2025 | 01:31 WIB
Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Sumber Foto: Pinterest
Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Berdiri pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya.Majapahit mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada yang mempersatukan wilayah luas melalui Sumpah Palapa.

Namun, seperti halnya imperium besar lainnya, Majapahit akhirnya mengalami keruntuhan.Kerajaan Majapahit menyimpan banyak fakta sejarah yang menarik, termasuk pada masa keruntuhannya.

Sebagai kerajaan Hindu terbesar dan terkuat di tanah Jawa, keberadaan Majapahit yang sempat berjaya menjadi bukti sejarah dari puncak kemajuan peradaban masyarakat Jawa kala itu.

 

Baca Juga: Benteng dan Pertahanan Majapahit: Bagaimana Kerajaan Ini Bertahan dari Ancaman?

 

Berikut ini 6 penyebab utama runtuhnya Kerajaan Majapahit:

  1. Kematian Hayam Wuruk

Hayam Wuruk, sang raja yang membuat Majapahit mencapai puncak kejayaannya, Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389 M. Setelah beliau meninggal, dunia suksesi tahta menjadi berantakan. Menantu Hayam Wuruk, Wikramawardhana tidak dapat menyamai charisma Hayam Wuruk. Ini yang menyebabkan Kerajaan Majapahit menjadi seperti kadal yang kehilangan nahkoda.

  1. Perebutan tahta dan perang saudara

Setelah kematian Hayam Wuruk, muncul konflik besar. Putri mahkota Kusumawardhani dan putra selir Wirabhumi saling memperebutkan tahta. Konflik ini membuat pemerintah Majapahit menjadi kacau dan lemah.

  1. Pengaruh Dinasti Ming

Sementara itu, Dinasti Ming dari Tiongkok sedang naik daun. Mereka memperkuat hubungan dagang dengan pelabuhan-pelabuhan Nusantara dan mulai menggeser peran Majapahit dalam perdagangan rempah-rempah. Kerajaan Majapahit yang dulu memegang kendali besar mulai kehilangan cengkraman.

  1. Masuknya pengaruh Islam

Seiring berjalannya waktu, Islam mulai memasuki Jawa. Perdagangan dan penyebaran agama Islam membawa pengaruh besar, ditambah dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho dan komunitas Islam Tiongkok. Kesultanan Demak pun lahir dari sini, menggoyangkan Majapahit.

  1. Berdirinya Kerajaan Demak

Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah, juga menjadi faktor penting runtuhnya Majapahit. Demak mulai menguasai wilayah pesisir Jawa dan menyebarluaskan pengaruhnya, yang menyebabkan Majapahit makin tersudut dan kehilangan arah

  1. Perang Paregreg

Perang Paregreg, pertarungan besar antara Bhre Kertabhumi dan Raja Wijaya, membuat keadaan Majapahit semakin tidak terkendali. Pertempuran ini mengakibatkan kerusakan dan perpecahan yang membuat Majapahit semakin goyah.

 

Runtuhnya Majapahit adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor, bukan karena satu penyebab tunggal. Konflik internal, lemahnya kepemimpinan, tekanan eksternal, hingga perubahan sosial yang cepat membuat kerajaan besar ini perlahan runtuh.

 

 

Meski demikian, warisan budaya dan politik Majapahit tetap hidup, menjadi bagian penting dalam identitas kebangsaan Indonesia hingga hari ini. NIYA



 

Editor : Imron Arlado
#penyebab utama #Kerajaan Demak #Kusumawardhani #hayam wuruk #majapahit #Wikramawardhana