Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Meneladani Toleransi di Era Majapahit: Keragaman dalam Satu Kekuasaan

Imron Arlado • Kamis, 24 Juli 2025 | 01:32 WIB
Kerajaan Majapahit, yang mencapai puncak pada abad ke 14 di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Sumber Foto: Pinterest
Kerajaan Majapahit, yang mencapai puncak pada abad ke 14 di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO -Kerajaan Majapahit, yang mencapai puncak pada abad ke 14 di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Bukan hanya dikenal karena kekuatannya atau wilayahnya yang luas.

Di balik kekuasaan besarnya, Majapahit juga mencerminkan satu pelajaran penting bagi bangsa Indonesia masa kini yakni toleransi dalam keberagaman.

Majapahit merupakan kerajaan multietnis dan multikultur. Wilayah kekuasaannya mencakup berbagai pulau dan daerah dengan suku, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda.

Dalam kondisi itu, pemerintahan Majapahit berhasil membangun sistem kekuasaan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga pendekatan diplomatic dan integrasi budaya.

 

Baca Juga: Benteng dan Pertahanan Majapahit: Bagaimana Kerajaan Ini Bertahan dari Ancaman?

 

Kegiatan toleransi terlihat jelas dalam kehidupan sosial dan politik kerajaan. Hindu dan Budha hidup berdampingan dengan harmonis, bahkan dalam beberapa kasus, unsur-unsur keduanya disatukan dalam bentuk sinkretisme.

Majapahit tidak memaksakan penyeragaman budaya kepada daerah taklukannya. Alih-alih melakukan dominasi mutlak, mereka menerapkan sistem pemerintahan mandala. Yang berarti daerah yang menjadi bagian dari Majapahit diberikan kebebasan dalam urusan lokal.

Di tengah tantangan keberagaman Indonesia Modern, nilai-nilai toleransi yang pernah diterapkan Majapahit menjadi refleksi penting. Semangat “Bhinneka Tunggal Ika” yang tertulis dalam kakawin Sutasoma “Berbeda-beda tapi tetap satu”. Lahir dari konteks Majapahit, dan kini menjadi semboyan resmi negara.

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Busana, Ini Makna Simbolik di Balik Busana dan Aksesoris Bangsawan Majapahit

 

Majapahit mengajarkan bahwa kekuatan sebuah bangsa justru terletak pada kemampuannya menyatukan perbedaan, bukan malah menghapusnya.

Ketika intoleransi, polarisasi, dan diskriminasi menjadi tantangan kontemporer, kisah Majapahit memberikan inspirasi tentang bagaimana kekuasaan bisa bersanding dengan toleransi.

Kerajaan Majapahit ini bukan hanya cerita sejarah atau masa lalu, melainkan cermin yang bisa membantu kita melihat masa depan dengan lebih bijak. Bahwasannya kekuatan sejati lahir dari keberagaman yang dirawat, bukan dipertentangkan. NIYA

 

Editor : Imron Arlado
#keberagaman #budaya #majapahit #multietnis #toleransi #Multikultural