JAWA POS RADAR MOJOKERTO -Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan dengan sejarah terbesar dalam peradaban Nusantara. Majapahit tidak hanya dikenal sebagai kerajaan di Asia Tenggara, tetapi juga sebagai cikal bakal terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia.
Majapahit mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk pada abad ke-14. Melalui Sumpah Palapa, Gajah Mada bersumpah menyatukan seluruh Nusantara.
Walaupun tidak semua wilayah tunduk kepada Kerajaan Majapahit sepenuhnya, tujuan persatuan ini menjadi inspirasi bagi terbentuknya konsep “Nusantara” yang kelak di angkat dalam semangat nasionalisme Indonesia.
Tanpa adanya Majapahit, kemungkinan besar tidak ada nada narasi sejarah yang menekankan pentingnya kesatuan antar pulau.
Warisan Majapahit memperkenalkan ide tentang penyatuan wilayah yang terpisah oleh lautan, yang kemudian dihidupkan kembali pada masa pergerakan nasional hingga Proklamasi 1945.
Seni arsitektur, sastra, serta sistem pemerintahan yang lebih tersentralisasi juga menjadi bagian dari warisan ini.
Hal ini menjadi pondasi penting bagi kerajaan-kerajaan setelahnya, seperti Demak, Mataram, dan kerajaan-kerajaan di wilayah timur Indonesia.
Di era modern, warisan Majapahit tetap relevan. Dalam menghadapi tantangan disintegrasi dan polarisasi sosial, semangat persatuan menurut Majapahit menjadi refleksi penting bagi bangsa Indonesia.
Dari Sabang sampai Merauke, semangat “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal dari kakawin Sutasoma era Majapahit masih menjadi semboyan resmi negara.
Tanpa Majapahit, mungkin Indonesia akan menjadi kumpulan negara kecil seperti di Eropa abad pertengahan.
Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Majapahit telah memberikan fondasi sejarah, identitas, dan semangat persatuan bagi bangsa ini.Warisan Majapahit bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga pelajaran bagi masa depan.
Dalam dunia yang terus berubah, nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kejayaan bersama yang diwariskan Majapahit tetap menjadi kompas moral bagi Indonesia. Tanpa adanya Majapahit, mungkin kita tidak akan pernah mengenal arti sesungguhnya dari "Nusantara". NIYA
Editor : Imron Arlado