Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jejak Kota Kuno Majapahit yang Masih Bisa Dikunjungi di Trowulan

Imron Arlado • Senin, 21 Juli 2025 | 01:22 WIB
Di tengah hiruk pikuk zaman, sebuah kerajaan besar yang pernah menjadi simbol kejayaan Nusantara seolah perlahan memudar dari ingatan masyarakat. Sumber Foto: Pinterest
Di tengah hiruk pikuk zaman, sebuah kerajaan besar yang pernah menjadi simbol kejayaan Nusantara seolah perlahan memudar dari ingatan masyarakat. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pernahkah kamu membayangkan berjalan ditanah yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan besar di Nusantara.

Di antara sawah dan pemukiman warga di Mojokerto berdiri sebuah wilayah bernama Trowulan, tempat yang diyakini sebagai ibu Kota Kerajaan Majapahit.

Trowulan bukan hanya sekedar lokasi arkeologi biasa. Di sanalah sejarah terasa begitu nyata, candi-candi kecil, bata merah kuno, sumur-sumur purba, hingga reruntuhan bangunan memperlihatkan bagaimana megahnya peradaban Majapahit di masa lalu.

Di Dalam artikel ini kita akan menyusuri Trowulan. Yang bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai pengingat hidup tentang siapa kita, dan dari mana asal bangsa ini.

 

Baca Juga: Tak Hanya Soal Gajah Mada, Ini Dia Kehidupan Rakyat Kecil di Era Majapahit!

 

Letak Geografis Trowulan

Trowulan terletak di kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur Indonesia.

Trowulan adalah sebuah kecamatan dan wilayah yang diyakini sebagai bekas ibu Kota Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga 15 Masehi.

 

Situs dan Peninggalan yang Bisa diKunjungi

Beberapa situs penting yang masih ada dan bisa dilihat secara langsung misalnya

Candi Tikus: Candi Tikus adalah sebuah arkeologi terkenal di kawasan Trowulan yang diyakini sebagai tempat pemandian keluarga bangsawan Majapahit dulunya.

Meskipun disebut candi, bangunan candi Tikus tidak digunakan sebagai tempat  pemujaan, melainkan untuk petirtaan ( tempat penyucian diri ) atau pemandian.

Nama Candi Tikus berasal dari penemuan warga pada tahun 1914 yang saat itu sedang mencari sarang tikus dan menemukan struktur bata merah yang tersembunyi di dalam bawah tanah.

 

Baca Juga: Menelusuri Kejayaan Majapahit, Kerajaan Besar yang Mengukir Sejarah Asia Tenggara

 

Candi bajang ratu: Candi Bajang Ratu adalah sebuah gapura peninggalan kerajaan Majapahit yang terletak di Trowulan, Mojokerto. Bangunan yang terbuat dari batu bata merah yang memiliki bentuk seperti gapura paduraksa.

Tinggi Candi Bajang Ratu sekitar 16,5 meter, menurut parah ahli candi ini kemungkinan dibangun untuk mengenang Raja Jayanegara, raja kedua Majapahit.

Arti dari kata “bajang”  dalam bahasa Jawa berarti “ anak kecil ”. mengacu pada wafatnya Jayanegara di usia mudah, sedangkan “ ratu ” berarti raja.

 

Kolam Segaran: adalah sebuah kolam besar peninggalan Majapahit yang terletak di Trowulan, Mojokerto.

Kolam ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 375 x 175  meter, yang menjadikan kolam kuno terbesar di indonesia.

Namun Kolam Segaran belum diketahui pasti dulunya digunakan sebagai apa, ada yang bilang sebagai cadangan air kota, tempat rekreasi dan perjamuan bangsawan, dan pelatihan kemiliteran air. Nama Segaran berasal dari kata “ segar ” yang berarti air tawar.

 

Baca Juga: Bukan Sekedar Bayangan! Ini Dia Peran Penting Para Perempuan di Masa Kerajaan Majapahit

 

Gapura Wringin Lawang: adalah sebuah gerbang besar peninggalan Majapahit yang Terletak di Trowulan. Nama “wringin Lawang” yang berarti pintu beringin dalam bahasa Jawa.

Gapura ini memiliki tinggi sekitar 15,5 meter, dibangun dengan batu bata merah yang kokoh dengan arsitektur khas Majapahit. Memiliki fungsi yang diperkirakan sebagai gerbang masuk ke kompleks bangunan penting, mungkin istana atau kediaman pejabat tinggi.

Temuan keramik artefak seperti keramik, arca, perhiasan emas, alat logam, dan batu bata merah khas Majapahit menguatkan identitas kawasan trowulan.

 

ANGELINA

Editor : Imron Arlado
#kerajaaan majapahit #peninggalan majapahit #candi tikus #majapahit #Gapura Wringin Lawang #candi bajang ratu #kolam segaran