Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jejak Majapahit di Indonesia Modern: Dari Nama Jalan hingga Ideologi

Imron Arlado • Minggu, 20 Juli 2025 | 20:31 WIB

Jejak Majapahit dalam kehidupan Indonesia modern masih terasa hingga saat ini. Sumber Foto: Pinterest
Jejak Majapahit dalam kehidupan Indonesia modern masih terasa hingga saat ini. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Jejak Majapahit dalam kehidupan Indonesia modern masih terasa hingga saat ini. Pengaruhnya hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari jalan, arsitektur, seni budaya, hingga konsep ideologis seperti persatuan dan nasionalisme.

Majapahit sebagai Kerajaan besar Nusantara sering dijadikan nama simbolik yang mengandung makna kejayaan, persatuan, dan kebanggaan sejarah.

Salah satu bentuk nyata keberadaan Majapahit dalam kehidupan modern adalah penggunaan namanya di berbagai tempat umum. Jalan-jalan utama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, hingga Semarang menggunakan nama jalan “Jalan Majapahit”.

Tidak hanya itu, nama-nama tokoh dan simbol Majapahit juga digunakan di berbagai institusi  pendidikan, perumahan, gedung, bahkan taman. Nama “Gajah Mada”, sebagai sosok mahapatih legendaris Majapahit, digunakan untuk universitas, akademi militer, hingga jalan protokol. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme.

 

Baca Juga: Tak Hanya Soal Gajah Mada, Ini Dia Kehidupan Rakyat Kecil di Era Majapahit!

 

Warisan Majapahit juga dapat ditemukan dalam seni dan arsitektur. Gaya candi bata merah, gapura paduraksa, dan motif ukiran khas Majapahit banyak digunakan dalam desain Gedung pemerintahan, taman budaya, hingga rumah-rumah adat modern di Jawa Timur.

Sementara dalam budaya populer, pertunjukkan tari dalam drama kolosal yang mengangkat cerita kejayaan Majapahit seperti, Sumpah Palapa, atau kisah Brawijaya. Saat ini masih sering ditampilkan dalam acara kenegaraan maupun festival budaya.

Yang paling signifikan adalah jejak Majapahit dalam ideologi bangsa Indonesia. Beberapa poin penting antara lain:

  1. Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan negara Indonesia, "Bhinneka Tunggal Ika", berasal dari kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, sastrawan masa Majapahit. Kalimat ini berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”, yang mencerminkan semangat toleransi dan persatuan dalam keberagaman—nilai yang sangat relevan dalam kehidupan Indonesia modern yang multikultural.

  1. Konsep Nusantara

Konsep menyatukan wilayah Nusantara dalam satu kekuasaan pertama kali berhasil diwujudkan oleh Majapahit. Sumpah Palapa dari Gajah Mada mencerminkan tekad menyatukan berbagai kerajaan dan pulau dalam satu visi nasional. Semangat ini mengilhami para pendiri bangsa Indonesia dalam menyusun bentuk negara kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Menelusuri Kejayaan Majapahit, Kerajaan Besar yang Mengukir Sejarah Asia Tenggara

  1. Simbol Nasionalisme dan Kekuatan Maritim

Majapahit juga dikenal sebagai kerajaan maritim yang kuat. Dalam visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, semangat Majapahit sering dikutip sebagai contoh historis kejayaan pelaut dan kekuatan laut Indonesia di masa lalu.

Majapahit bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga landasan kultural dan ideologis bangsa Indonesia saat ini. Jejaknya yang melekat dalam nama jalan, seni, arsitektur, dan bahkan semangat kebangsaan. Membuktikan bahwa warisan sejarah dapat terus hidup hingga saat ini. NIYA

 

Editor : Redaksi Radar Mojokerto
#nama jalan #warisan #majapahit #seni #arsitektur #ideologi