Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Menelusuri Kejayaan Majapahit, Kerajaan Besar yang Mengukir Sejarah Asia Tenggara

Imron Arlado • Jumat, 18 Juli 2025 | 02:26 WIB

 

Majapahit bukan sekadar nama dalam buku sejarah, melainkan simbol kejayaan dan kebesaran nusantara pada masa lalu.  sumber foto: pinterets
Majapahit bukan sekadar nama dalam buku sejarah, melainkan simbol kejayaan dan kebesaran nusantara pada masa lalu. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Majapahit bukan sekadar nama dalam buku sejarah, melainkan simbol kejayaan dan kebesaran Nusantara pada masa lalu. Berdiri pada abab ke -13, kerajaan ini tidak hanya menyatukan wilayah indonesia modern saja.

 

Tetapi juga menjalin pengaruh kuat hingaa semenajung Malaya, Filipina bagian selatan, dan sebagian wilayah di Thailand. kejayaan majapahit ini juga menjadi salah satu kerajaan terbesar di asia tenggara yang pernah ada.

 

Awal berdirinya Kerajaan Majapahit

Majapahit didirikan pada tahun 1293 M oleh Raden Wijaya setelah berhasil mengalahkan pasukan Mongol dari Dinasti Yuan. Dengan cerdiknya, ia memanfaatkan kekacauan politik untuk mendirikan kerajaan yang baru di atas reruntuhan Singhasari.

Dari situlah, kerajaan Majapahit tumbuh dan berkembang, menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan yang paling disegani.

 

 

Puncak Kejayaan di bawah Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Puncak kejayaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350 M-1389 M), tokoh terkenal dengan sumpah palapa-nya. Dalam sumpah itu, Gajah Mada berjanji tidak akan menikmati kesenangan duniawi sebelum berhasil mempersatukan seluruh Nusantara.

Melalui strategi diplomasi dan militer, wilayah kekuasaan Majapahit membentang sangat luas. Hubungan dagang dengan Tiongkok, India, dan Arab turut memperkuat kekuatan ekonomi dan pengaruhnya. 

 

Majapahit tidak hanya kuat secara militer, tetapi juga hal kemakmuran secara ekonomi dan juga budaya.

Pusat perdagangan dan budaya

Selain kekuatan militer, Majapahit juga sangat unggul dalam bidang perdagangan. Pelabuhan-pelabuhan ramai dikunjungi pedagang dari negara Tiongkok, India, Timur Tengah.

Kerajaan ini juga mengekspor rempah-rempah, kain, dan hasil bumi lainya. Di bidang budaya, Majapahit juga menciptakan karya-karya sastra aguang seperti Negarakertagama dan juga Sutasoma, yang menunjukan tingginya peradaban mereka.

Seni ukir, arsitektur, dan religi berkembang dengan harmonis, mencerminkan perpaduan antara agama Hindu-Budha dan kepercayaan lokal.

 

 

Penyebab keruntuhan Majapahit

Pemberontakan dan kebangkitan islam:

Pemberontakan dari wilayah bawahan dan munculnya kerajaan-kerajaan islam baru, seperti kesultanan Demak yang pada akhirnya berhasil mengalahkan Majapahit pada tahun 1527, juga menjadikan faktor keruntuhan.

 

Perpecahan internal dan perebutan kekuasaan:

Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit mulai mengalami kemunduran akibat perselisihan internal dan perebutan kekuasaan antara pewaris tahta.

 

Peninggalan Majapahit

Arsitektur:

Candi-candi megah seperti candi penataran, candi sukuh, candi jawi, dan candi tikus merupakan bukti arsitektur Majapahit yang masih bisa ditemukan.

Karya sastra dan seni:

Kitab-kitab penting seperti Negarakertagama, pararaton, serta berbagai prasasti dan relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu menjadi sumber sejarah berharga.

Selain itu, pengaruhnya juga terasa pada seni lukis, patung, wayang kulit, dan juga gamelan hingga kini.


Baca Juga: Konon Berada di Wilayah Trowulan, Begini Fungsi Alun-alun di Zaman Kerajaan Majapahit  

 

Majapahit bukan hanya sekedar masa lalu, melainkan cermin kejayaan dan kearifan leluhur kita. Dengan menelusuri kisahnya, kita tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga menemukan semangat untuk membangun masa depan yang lebih besar.

AILEEN ZNR

Editor : Imron Arlado
#Raden Wijaya #majapahit #indoneisa #singhasari #seni #kebudayaan #raja hayam wuruk #nusantara #modern #karya sastra #abad ke 13 #kerajaan #asia tenggara