Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Candi Brahu di Trowulan Mojokerto Rupanya Dilengkapi Pagar Keliling, Ditengarai Kompleks Bangunan Suci yang Luas

Martda Vadetya • Jumat, 30 Mei 2025 | 02:40 WIB
PAGAR KUNO: Tim arkeolog menemukan struktur pagar kuno di sisi selatan Situs Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. (foto: JPRM)
PAGAR KUNO: Tim arkeolog menemukan struktur pagar kuno di sisi selatan Situs Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. (foto: JPRM)

RADAR MAJAPAHIT - Teka-teki denah keruangan Situs Candi Brahu di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto bertahap terungkap.

Hal ini seiring rampungnya ekskavasi penelusuran dan penyelamatan cagar budaya yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI selama dua pekan terakhir.

Ketua Tim Ekskavasi Candi Brahu M. Ichwan menerangkan, penggalian arkeologis kali ini telah memenuhi sasaran.

Yakni, melacak sebaran cagar budaya sekaligus pagar keliling di sisi selatan candi bercorak Hindu-Buddha ini.

Tim arkeolog menemukan struktur pagar kuno membujur barat-timur di sekitar 10 kotak gali dalam kondisi rusak parah.

’’Struktur yang diduga pagar di sisi selatan ini mendukung hipotesis adanya pagar yang mengelilingi Candi Brahu dalam radius 83 meter,’’ jelas arkeolog BPK Wilayah XI ini.

Menurutnya, temuan ini segaris dengan hasil test pit yang dilakukan BRIN di sisi barat daya dan timur laut pada 2014 silam.

Ditemukan susunan bata kuno di kedua titik tersebut. Namun begitu, dimungkinkan pagar kuno tak hanya terpusat mengelilingi area utama candi, melainkan kompleks yang lebih luas.

’’Mungkin saja, tapi sementara ini belum bisa dipastikan. Apalagi, kami masih belum menemukan sambungan struktur di sisi barat daya,’’ terangnya.

Ichwan menyebut, sejauh ini para peneliti masih belum menemukan tapak gapura candi, baik di sisi selatan maupun titik lainnya.

Artinya, orientasi atau arah hadap Candi Brahu masih belum bisa ditentukan. ’’Sejauh ini belum ada tanda-tanda struktur gapura,’’ sebut Ichwan.

Selain itu, tim ekskavasi juga mendapati sisa susunan bata kuno di pagar selatan dan area kebun tebu arah tenggara candi.

Berikut sejumlah temuan penyerta berupa fragmen bumbung atap serta artefak gerabah dan keramik yang ditengarai sebagai wadah pada masa lampau.

’’Bisa diartikan kalau di sekitar area selatan ini memungkinkan adanya bangunan yang dekat dengan pagar,’’ tandasnya.

Kompleks bangunan suci ini disinyalir dibangun pada masa Mpu Sindok, Raja Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.

Asumsi ini berdasarkan Prasasti Alasantan (861 Saka/ 939 Masehi) yang ditemukan tidak jauh dari Candi Brahu. (vad/fen)

Editor : Martda Vadetya
#denah #ekskavasi #mojokerto #arkeolog #trowulan #candi brahu #struktur #gapura