TROWULAN - Ekskavasi Situs Candi Brahu di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto tengah bergulir.
Tim arkeolog menemukan susunan bata kuno yang ditengarai sebagai struktur pagar keliling di selatan bangunan suci bercorak Buddha tersebut.
Ketua Tim Ekskavasi Candi Brahu sekaligus Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI M. Ichwan menerangkan, susunan bata kuno ini ditemukan sekitar 50 cm di bawah permukaan tanah.
Bata merah berukuran sekitar 30 cm itu membentuk bagian struktur dinding pagar yang membujur dari barat ke timur.
Dengan ketinggian rata-rata dua sampai tiga lapisan bata. ’’Jadi struktur yang kita tampakkan ini hasil kita menarik lurus dari struktur temuan BRIN sebelumnya pada 2014 lalu,’’ ungkapnya, kemarin.
Sejauh ini sudah lebih dari sembilan titik kotak gali yang telah diekskavasi. Namun, struktur bata kuno yang terlihat belum terukur total panjangnya.
’’Untuk sementara kami belum bisa kita merinci berapa total panjang struktur yang terbuka,’’ sebutnya.
Sayangnya, temuan bagian konstruksi kuno ini dalam kondisi rusak. Susunan bata tampak terputus antara titik satu dengan lainnya.
Ditengarai, kerusakan ini akibat ulah manusia. Terindikasi dari tinggi permukaan tanah area ekskavasi yang lebih rendah satu meter ketimbang jalan dan halaman candi.
’’Indikasinya ada intervensi aktivitas manusia. Informasi dari warga, area ini dulunya dibuat linggan,’’ ungkap Ichwan.
Susunan bata kuno diduga kuat sebagai pagar keliling Candi Brahu. Namun, sementara ini tim arkeolog belum bisa memastikan lantaran penelitian dan pengkajian masih berproses.
’’Sementara ini dihipotesiskan atau diduga sebagai pagar keliling dari candi,’’ jelasnya.
Tim ekskavasi turut menemukan sejumlah temuan lepas. Mulai dari artefak kereweng dan keramik kuno tanpa corak alias polos.
Kepingan gerabah ini berjenis wadah hingga genting. ’’Masih kami analisis dan klasifikasikan masa dan asal artefak ini,’’ tukas Ichwan.
Seperti diketahui, ekskavasi lanjutan Situs Candi Brahu digelar BPK Wilayah XI pada 13 - 28 Mei. Selama 14 hari itu tim arkeolog menyasar sekitar 30 kotak gali untuk menelusuri sebaran objek cagar budaya sekaligus struktur pagar keliling candi. (vad/fen)
Editor : Martda Vadetya