Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ekskavasi Candi Brahu Digelar Selama Dua Pekan, Arkeolog Telusuri Struktur Pagar Kuno

Martda Vadetya • Jumat, 16 Mei 2025 | 03:21 WIB
DITELUSURI: Tim ekskavasi mulai melakukan penggalian di kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan,  Kamis (15/5).  (foto: Martda Vadetya/JPRM)
DITELUSURI: Tim ekskavasi mulai melakukan penggalian di kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kamis (15/5). (foto: Martda Vadetya/JPRM)

RADAR MAJAPAHIT - Ekskavasi Situs Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mulai digelar, Kamis (15/5).

Penggalian arkeologis di selatan bangunan kuno ini bertujuan untuk menelusuri struktur pagar keliling yang belum tampak.

Arkeolog BPK Wilayah XI sekaligus Ketua Tim Ekskavasi Candi Brahu, M. Ichwan, menuturkan bahwa ekskavasi lanjutan yang didanai dari APBN ini menyasar sekitar 30 kotak gali dengan total luasan 180 meter persegi.

’’Ekskavasi ini dilaksanakan terhitung dari tanggal 13 hingga 28 Mei,’’ ujarnya, Kamis (15/5).

Tim melakukan pra-ekskavasi pada dua hari pertama sebelum melakukan penggalian kemarin. Sasaran penggalian berada sekitar 100 meter di selatan bangunan utama candi.

Lahan ini sedianya telah dibebaskan BPK Wilayah XI pada 2024 lalu. ’’Yang terlibat dalam ekskavasi ini adalah 15 orang tim teknis dan 17 orang pembantu lapangan. Itu termasuk empat arkeolog,’’ ungkapnya.

Ekskavasi ini tak lain untuk menelusuri sebaran objek cagar budaya sekaligus menjawab misteri denah keruangan Candi Brahu.

’’Sasaran kegiatan ini adalah untuk mendapatkan struktur yang kami duga sebagai pagar keliling dari Candi Brahu,’’ terang Ichwan.

Dia mengatakan bahwa penelusuran arkeologis ini merujuk pada temuan struktur bata merah yang membentang dari barat ke timur pada 2014.

Itu merupakan hasil tes pit yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di beberapa titik sekitar candi.

’’Temuan bata merahnya waktu itu identik dengan yang ada di Candi Brahu,’’ bebernya. Candi Brahu diketahui sebagai kompleks bangunan suci bercorak Buddha.

Cagar budaya ini diduga kuat dibangun pada masa Mpu Sindok, Raja Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.

Ini berdasarkan Prasasti Alasantan (861 Saka/939 Masehi) yang ditemukan tidak jauh dari Candi Brahu. (vad/fen)

Editor : Martda Vadetya
#apbn #ekskavasi #mojokerto #arkeolog #mpu sindok #kerajaan medang #penggalian #trowulan #BPK Wilayah XI #candi brahu #mataram kuno #BRIN