Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengenal Brawijaya V atau Bhre Kertabumi, Raja Majapahit Terakhir yang Berkuasa di Mojokerto

Imron Arlado • Rabu, 7 Mei 2025 | 03:12 WIB
Mengenal Brawijaya V atau Bhre Kertabumi, Raja Majapahit Terakhir yang Berkuasa di Mojokerto
Mengenal Brawijaya V atau Bhre Kertabumi, Raja Majapahit Terakhir yang Berkuasa di Mojokerto

RADAR MAJAPAHIT – Setelah raja-raja yang membawa Majapahit menuju masa kejayaan wafat dan mulai mengalami kemunduran hingga Brawijaya V menjadi raja terakhir. Prabu Brawijaya atau dikenal Bhre Kertabumi adalah bangsawan dari Wangsa Rajasa.

Brawijaya V naik tahta setelah menggantikan pamannya, Suraprabhawa, dan berkuasa dalam kurun waktu yang sangat lama. Brawijaya V turun tahta setelah terjadi kudeta oleh Raden Patah.

Brawijaya V merupakan putra bungsu dari Rajasawardhana yang pernah menjadi Raja Majapahit ke-8. Brawijaya V berhasil mengalahkan pamannya, Suraprabhawa yang menjadi Raja Majapahit ke-10 beserta 3 saudara lainnya.

 

Bhre Kertabumi Naik Tahta

Bhre Kertabumi melakukan pemberontakan kepada pamannya Suraprabhawa adik dari Rajasawardhana yang memimpin Majapahit. Bhre Kertabumi merasa lebih berhak atas tahta Majapahit karena ia merupakan anak bungsu Rajasawardhana.

Akhirnya, pemerintahan Suraprabhawa berakhir pada tahun 1468 yang langsung digantikan oleh keponakannya sendiri yaitu Bhre Kertabumi. Suraprabhawa melarikan diri membawa keluarganya ke daerah Keling, Daha.

Dengan berdirinya Kerajaan Majapahit selama kurang lebih 100 tahun, Bhre Kertabumi berkuasa selama 10 tahun lamanya pada 1468-1478 Masehi sebelum dipindahkan ke Kediri.

Namun, hingga kini masih menjadi perdebatan mengenai gelarnya sebagai raja terakhir Kerajaan Majapahit. Karena nama Bhre Kertabumi tidak pernah ditemukan dalam prasasti yang berisi nama-nama raja Majapahit.

Malah ditemukan nama raja terakhir Majapahit adalah Girindrawarddhana yang memerintah pada 1474-1519. Nama Bhre Kertabumi atau Brawijaya V hanya dikenal sebagai raja Majapahit di catatan-catatan babad dan serat.

Pindah Kekuasaan Majapahit ke Kediri

Terjadi pemberontakan Dyah Ranawijaya yaitu Adipati Daha Kediri yang merupakan putra bungsu Singawikramawardhana, dengan tujuan untuk merebut kekuasaan dan memindahkannya ke Dahapura.

 

Kekacauan yang terjadi karena kudeta di Kerajaan Majapahit menyebabkan kerusakan besar pada keraton. Sehingga membuat Bhre Kertabumi menyelamatkan diri dan mencari dukungan ke nagari bawahan dengan pernikahan politik.

Sebelum Bhre Kertabumi wafat, beliau menulis surat kepada Adipati Pengging dan Adipati Pranaraga untuk meminta agar menerima kekalahan Majapahit dari Demak. Dalam surat tersebut juga meminta kedua adipati untuk mengabdi kepada Demak demi menghindari pertempuran lebih lanjut. IZZAH

Editor : Imron Arlado
#Suraprabhawa #Rajasawardhana #Brawijaya V #Bhre Kertabumi #raja majapahit #Naik tahta #Adipati Daha Kediri #Wangsa Rajasa #pernikahan politik #kerajaan majapahit