Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sosok Aji Ratnapangkaja, Pendamping Setia Dyah Suhita saat Memimpin Majapahit

Imron Arlado • Senin, 5 Mei 2025 | 01:57 WIB
Tidak Banyak Dibahas, Ini Dia Sosok Aji Ratnapangkaja, Pendamping Setia Dyah Suhita Dalam Memimpin Majapahit.
Tidak Banyak Dibahas, Ini Dia Sosok Aji Ratnapangkaja, Pendamping Setia Dyah Suhita Dalam Memimpin Majapahit.

RADAR MAJAPAHIT – Di balik sejarah megah Kerajaan Majapahit, terdapat cerita yang sering terlewatkan, yaitu tentang Aji Ratnapangkaja, suami dari Dyah Suhita, ratu keenam Majapahit.

Meskipun tidak banyak yang mengetahui namanya, Aji Ratnapangkaja memegang peran penting dalam menjaga stabilitas kerajaan setelah Perang Paregreg, sebuah perang saudara yang mengguncang Majapahit.

Aji Ratnapangkaja, yang juga dikenal dengan gelar Bhatara Parameswara, merupakan putra dari pasangan Surawardhani (Bhre Kahuripan) yang merupakan adik dari Raja Wikramawardhana, serta Ranamanggala Dyah Sumirat (Bhre Pandansalas).

Ia adalah sepupu sekaligus suami dari Dyah Suhita. Dalam sejarah Majapahit, Aji Ratnapangkaja lebih dikenal sebagai pendamping setia Dyah Suhita dalam memerintah, meskipun tidak ada bukti kuat yang menyebutkan bahwa ia pernah menjadi maharaja secara langsung.

 

Baca Juga: Tak Banyak Diketahui! Ini 5 Alat Transportasi Pada Masa Kerajaan Majapahit

 

Pernikahan Aji Ratnapangkaja dan Dyah Suhita tidak hanya bersifat pribadi, tapi juga untuk kepentingan politik di tengah kekacauan internal Majapahit pasca Perang Paregreg.

Pernikahan ini menjadi simbol persatuan untuk memperbaiki keadaan setelah Perang Paregreg yang mengguncang kestabilan antar keluarga kerajaan – Majapahit Barat dan Majapahit Timur.

Melalui pernikahan ini, Dyah Suhita dan Aji Ratnapangkaja menyatukan kembali dua garis keturunan yang sebelumnya berseteru.

Meskipun Aji Ratnapangkaja tidak memerintah secara langsung,ia memiliki pengaruh besar di balik layar.

Aji Ratnapangkaja, juga dikenal sebagai Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja, dalam kedudukannya ini, ia banyak membantu dalam pengambilan keputusan penting dan menjalankan pemerintahan bersama sang ratu.

 

Baca Juga: Mitos Candi Bajang Ratu yang Masih Dipercaya Hingga Kini, Untuk mengetahui Larangannya Simak Selengkapnya Disini

Dyah Suhita menjadi ratu setelah masa peralihan yang penuh gejolak. Sejak awal pemerintahannya, ia menghadapi tantangan besar, baik dari dalam kerajaan maupun ancaman luar.

Perang Paregreg, yang terjadi beberapa tahun sebelum ia naik tahta, meninggalkan luka politik yang harus disembuhkan.

Di sinilah peran Aji Ratnapangkaja sangat penting. Bersama Dyah Suhita, ia menjaga kestabilan Majapahit, sekaligus memastikan bahwa konflik internal tidak berlanjut.

Namun, meskipun pasangan ini berhasil menjalankan pemerintahan dengan cukup baik, mereka tidak memiliki keturunan yang bisa meneruskan tahta.

 

Baca Juga: Menyusuri Sejarah Kolam Segaran, Salah Satu Kolam Kuno Peninggalan dari Majapahit

 

Hal ini menyebabkan kerajaan Majapahit melanjutkan kepemimpinan ke Dyah Kertawijaya, adik Dyah Suhita, yang dikenal kemudian dengan gelar Brawijaya.

Aji Ratnapangkaja meninggal dunia pada tahun 1437. Sepuluh tahun kemudian, Dyah Suhita juga meninggal pada 1447. NESTYA

 

Editor : Imron Arlado
#dyah suhita #sejarah Majapahit #perang paregreg #Aji Ratnapangkaja #Majapahit Barat #peran penting #konflik internal #Dyah Kertawijaya #kerajaan majapahit #Raja Wikramawardhana #Majapahit Timur