RADAR MAJAPAHIT - Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah berdiri di wilayah Nusantara. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293.
Masa kejayaan tertingginya terjadi saat Prabu Hayam Wuruk memerintah, yakni tahun 1350 hingga 1389. Pada periode ini, struktur pemerintahan serta sistem birokrasi Majapahit sudah berkembang dengan baik dan tersusun rapi.
Saat itu, Hayam Wuruk dipandang sebagai raja dengan penjelmaan dewa, sehingga ia memegang kekuasaan tertinggi dalam sistem pemerintahan. Dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, ia didampingi oleh jajaran birokrat yang membantu mengelola urusan kerajaan.
Struktur pemerintahan Majapahit terdiri atas beberapa lapisan jabatan penting, di antaranya:
- Rakryan Mahamantri Katrini, jabatan yang biasanya diisi oleh para pangeran atau anak-anak raja yang terdiri dari tiga orang yakni Rakryan Mahamantri i Hino, Rakryan Mahamantri i Halu, dan Rakryan Mahamantri i Sirikan.
- Rakryan Mantri ri Pakira-Kiran, kelompok menteri yang berperan dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan pemerintahan.
- Dharmmadhyaksa, pejabat yang menangani urusan hukum yang berkaitan dengan ajaran keagamaan. Terdapat dua jenis pejabat Dharmmadhyaksa, yakni Dharmmadhyaksa ring Kasogatan bertugas menangani urusan keagamaan Buddha, sedangkan Dharmmadhyaksa ring Kasaiwan mengurus hal-hal yang berkaitan dengan agama Siwa.
- Dharmma-upapatti, juga disebut Sang Pamegat, merupakan tokoh-tokoh agama yang bertugas menjalankan fungsi keagamaan di lingkungan kerajaan. Dharmma-upapatti juga menjadi dua jenis, yaitu untuk golongan agama Buddha dan Siwa.
- Bhattara Saptaprabhu, yakni dewan penasihat kerajaan yang memberikan pertimbangan kepada kerajaan.
Lebih lanjut, saat kekuasaan Hayam Wuruk, pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit berada di Trowulan. Karena wilayah kekuasaannya yang sangat luas, kerajaan ini membagi daerah administratifnya dan menempatkan para bangsawan berpangkat tinggi, yang disebut Bhre, sebagai pemimpin wilayah.
Dalam buku Menuju Puncak Kemegahan (2005), Slamet Muljana menjelaskan bahwa pejabat yang berstatus tinggi dan kerabat dekat raja tersebut bertanggung jawab atas pengelolaan beberapa kerajaan bawahan Majapahit.
Mereka juga menjalankan fungsi pemungutan pajak, mengirimkan upeti, dan menjaga keamanan masing-masing daerah perbatasan.
Majapahit membawahi 12 wilayah kekuasaan yang tersusun dalam struktur hierarki sebagai berikut:
- Kahuripan
Wilayah ini berada di Janggala, yang kini dikenal sebagai Sidoarjo. Dikuasai Bhre Kahuripan yang dipegang oleh Tribhuwanatunggadewi, ibu dari Raja Hayam Wuruk. Sebelum menyerahkan kekuasaan kepada putranya, ia sempat memimpin Majapahit bersama suaminya pada tahun 1328 hingga 1350.
- Daha
Daha, yang kini termasuk dalam wilayah Kediri, pernah menjadi pusat pemerintahan Majapahit setelah ibu kota dipindahkan dari Trowulan. Wilayah ini berada di bawah kepemimpinan Bhre Daha, yakni Rajadewi Maharajasa, yang merupakan bibi sekaligus ibu mertua dari Raja Hayam Wuruk.
- Tumapel
Wilayah ini diyakini berada di kawasan Supit Urang, tepatnya di daerah pertemuan Sungai Brantas dan Sungai Bango di Malang. Tokoh yang memerintah daerah tersebut adalah Kertawardhana, suami dari Tribhuwanatunggadewi sekaligus ayah dari Raja Hayam Wuruk.
- Wengker
Wilayah ini dikenal sebagai Ponorogo. Penguasanya bergelar Bhre Wengker dan memiliki nama asli Wijayarajasa. Ia merupakan paman sekaligus mertua dari Raja Hayam Wuruk.
- Matahun
Wilayah yang saat ini disebut Bojonegoro. Pemerintahannya dipegang oleh Bhre Matahun yang bernama asli Rajasawardhana. Ia merupakan suami dari sepupu Hayam Wuruk.
- Wirabhumi
Terletak di kawasan Blambangan, Banyuwangi. Daerah ini diperintah oleh Bhre Wirabhumi, salah satu pangeran Majapahit, putra dari Hayam Wuruk.
- Paguhan
Wilayah Paguhan berada di sekitar Blitar. Dipimpin oleh Bhre Paguhan. Ia bernama asli Singhawardhana, saudara ipar dari Raja Hayam Wuruk.
- Kabalan
Wilayah ini berada di kawasan yang kini dikenal sebagai Kota Malang. Penguasanya adalah Kusumawardhani, putri dari Raja Hayam Wuruk, yang menyandang gelar Bhre Kabalan.
- Pawanuan
Meskipun posisi daerah ini belum dapat dipastikan, Pawanuan diperintah oleh Bhre Pawanuan, yakni Surawardhani, keponakan dari Raja Hayam Wuruk.
- Lasem
Lasem terletak di pesisir utara Jawa Tengah, Rembang. Wilayah ini dipimpin oleh sepupu Raja Hayam Wuruk, Rajasaduhita Indudewi, yang bergelar Bhre Lasem.
- Pajang
Termasuk dalam kawasan Surakarta (Solo). Wilayah Pajang dahulu dipimpin oleh saudari Raja Hayam Wuruk, Rajasaduhita Iswari, yang bergelar Bhre Pajang.
- Mataram
Daerah yang sekarang dikenal sebagai Yogyakarta ini pernah berada di bawah kekuasaan Wikramawardhana, keponakan Raja Hayam Wuruk, yang menyandang gelar Bhre Mataram.
FITRI
Editor : Imron Arlado