RADAR MAJAPAHIT – Masyarakat Majapahit terdiri dari berbagai suku dan budaya yang berbeda-beda, sedangkan mayoritas penduduknya menganut Hindu dan Budha. Karena itu masih terdapat sistem kasta seperti di India, yakni Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.
Kebudayaan Majapahit yang beragam kaya dengan seni dan sastra. banyaknya budaya menghasilkan karya sastra, candi, dan tradisi-tradisi yang masih eksis hingga saat ini. Budaya-budaya ini lah yang menjadi saksi sejarah dari masyarakat Majapahit.
Seni budaya masyarakat Majapahit berkembang pesat di zaman pemerintahan Raja Hayam Wuruk, namun pada abad ke-15 Kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan ketika diserang oleh Kerajaan Demak.
Ketika Kerajaan diserang, Raja Brawijaya dan beberapa masyarakat mengungsi ke Jawa bagian timur sampai Bali, terutama di wilayah Pegunungan Tengger. Mereka mengungsi karena ingin mempertahankan budaya dan kepercayaan masyarakat Majapahit.
Karena itu, banyak budaya-budaya yang masih kental dengan Majapahit ditemukan di Jawa bagian timur hingga Bali. Seperti budaya masyarakat suku Tengger yang masih melakukan Upacara Kasada atau Yadnya Kasada, merupakan hari raya masyarakat agama Hindu Dharma.
Kesenian dan Kebudayaan Masyarakat Majapahit
Seni budaya masyarakat Majapahit sangat beragam jumlahnya, terlebih kesenian dalam bentuk tarian, wayang beber, jatilan dan beberapa lainnya. Tak hanya seni budaya, masyarakat Majapahit juga memiliki seni sastra yang berupa puisi, seni terakota, seni pahat dan patung.
Kesenian budaya masyarakat Majapahit yang banyak sekali jumlahnya, terutama di bidang tarian, seperti tarian bedhana surya, tarian bentengan, tarian golek sedayung dan masih banyak lagi.
Terdapat pula kesenian rakyat seperti kesenian Reog Ponorogo terbentuk dari sikap Ki Ageng Sunu yang memberontak pada masa pemerintahan Bhre Kerthabumi. Dari sini lah terbentuknya tarian pemberontakan reog.
Kesenian jatilan seperti menggambarkan kegagahan prajurit Majapahit dalam berperang yang membabi buta dipadu dengan kekuatan magis atau kesurupan.
Kesenian Majapahit sangat unik dan banyak bentuknya, namun sebagian besar kesenian bersifat hiburan untuk para keluarga kerajaan dan masyarakatnya.
Untuk seni sastra sendiri, banyak puisi dan kitab-kitab yang berisi tentang sejarah kehidupan pada masa Kerajaan Majapahit. Seni puisi berkembang pesat pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, tak heran bahwa beragam kitab saat pemerintahan Hayam Wuruk dijadikan sumber sejarah oleh para ilmuwan.
Selain puisi, kesenian terakota di era Majapahit juga sangat berkembang pesat, sebuah kerajinan rakyat yang berbahan dasar tanah liat kemudian diubah menjadi barang-barang yang bernilai tinggi dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Seperti celengan, kendi, genting, batu bata dan lainnya.
Seni pahat pada masa Majapahit juga mengalami kemajuan pesat yang telah menghasilkan ratusan ragam baik arca, patung dan candi. Beberapa candi yang masih eksis seperti candi tikus, candi kedaton, candi brahu, dan relief lain yang dapat dijumpai di kawasan Trowulan, Mojokerto yang merupakan pusat pemerintahan Majapahit masa itu. IZZAH
Editor : Imron Arlado