RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan besar di Indonesia pada masa lalu. Prajurit-prajuritnya yang terkenal karena keberanian dan ketangguhan seringkali memiliki pusaka sebagai simbol kekuatan. Pusaka ini biasanya berupa senjata tajam, seperti pedang atau tombak.
Pada masa itu, pusaka digunakan dalam pertempuran sebagai alat untuk mempertahankan kerajaan. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan pusaka mulai ditinggalkan, seiring dengan runtuhnya kekuasaan kerajaan. Kini, pusaka-pusaka tersebut menjadi barang-barang bersejarah yang dapat ditemukan di berbagai museum.
Majapahit, yang berkuasa dari tahun 1293 hingga 1498 Masehi, merupakan kerajaan besar yang menyimpan banyak kisah sejarah, banyak di antaranya masih belum terungkap sepenuhnya. Ironisnya, sejumlah peninggalan bersejarah tersebut justru tersimpan di luar negeri, jauh dari tanah asalnya.
Berikut ini setidaknya ada 4 pusaka Majapahit yang disimpan di Museum Amerika:
Pataka Sang Hyang Baruna
Tombak ini berasal dari Kerajaan Singasari dan merupakan sebuah pataka yang disimpan oleh Sangrama Wijaya, atau Raden Wijaya, sebagai simbol kepemimpinan dalam ekspedisi kerajaan.
Pataka ini dibawa dalam ekspedisi Pamalayu untuk dikembalikan kepada Majapahit, sebagai penerus Kerajaan Singasari. Tombak tersebut memiliki bentuk unik, menyerupai tombak dengan dua mata, serta dihiasi kepala dan ekor naga.
Pusaka ini kini disimpan di sebuah museum di Amerika, bersama dengan panji-panji Majapahit berwarna putih dan merah, dengan pola garis-garis yang khas.
Pataka Hyang Naga Amawabhumi
Pataka ini berbentuk tombak naga yang terbuat dari tembaga, melambangkan naga sebagai penjaga keadilan. Pemegang tombak ini diharuskan memiliki sifat adil, dengan ketegasan hati agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
Pataka tersebut juga disimpan oleh Raden Wijaya saat Kerajaan Singosari diserang. Kini, pusaka Majapahit ini berada di The Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, dan menjadi bagian dari koleksi sejarah yang berharga.
Pataka Sang Dwija Naga Nareswara
Pataka Majapahit ini berbentuk tombak dengan tiga mata yang melambangkan naga kembar. Pusaka ini dibuat oleh Kerajaan Singasari dan kemudian diwariskan kepada Majapahit.
Konon, pataka ini sempat diambil oleh Jayakatwang ke Kerajaan Gelang-Gelang, dan menjadi pusaka pertama yang digunakan untuk mengibarkan bendera Majapahit.
Saat ini, pusaka Majapahit ini disimpan di The Metropolitan Museum of Art, yang terletak di 100 5th Avenue, New York, Amerika Serikat.
Pataka Sang Padmanba Wiranagari
Tombak Majapahit ini terbuat dari tembaga dan diproduksi pada abad ke-12 hingga ke-13 Masehi. Pusaka ini memiliki peran penting dalam memasang lambang kerajaan.
Awalnya, pusaka ini sempat dirampas oleh Jayakatwang, namun berhasil direbut kembali oleh Senopati Singosari dalam ekspedisi Pamalayu.
Dalam ekspedisi tersebut, Senopati Singosari berhasil merebut lima panji pataka, yang akhirnya dibawa pulang ke Majapahit dan diserahkan kepada penerus Kerajaan Singasari di Majapahit.
Saat ini, beberapa aktivis dari Forum Budaya Mataram (FMB) Solo, meminta semua pihak berupaya memulangkan warisan 4 tombak pataka Kerajaan Majapahit tersebut ke Indonesia. BILLA
Editor : Imron Arlado