Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Periode Majapahit Bagian penting dalam Sejarah Nusantara, berikut Sejarah Perkembangan Islam Di Majapahit

Imron Arlado • Jumat, 2 Mei 2025 | 03:40 WIB
Periode Majapahit Bagian penting dalam Sejarah Nusantara, berikut Sejarah Perkembangan Islam Di Majapahit
Periode Majapahit Bagian penting dalam Sejarah Nusantara, berikut Sejarah Perkembangan Islam Di Majapahit

RADAR MAJAPAHIT – Periode Majapahit merupakan salah satu fase penting dalam sejarah Nusantara, ketika kerajaan Hindu-Buddha mencapai puncak kejayaannya. Namun, di balik kejayaan tersebut, Islam juga mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berbagai catatan sejarah membuktikan bahwa Islam telah hadir di wilayah Majapahit sejak tahun 1297 hingga 1527.

 

Jika meninjau banyaknya peninggalan arkeologis yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Khususnya di kawasan Trowulan, Mojokerto, dapat disimpulkan bahwa Majapahit berpusat di daerah tersebut. Berbagai temuan arkeologi di Trowulan menjadi bukti nyata keberadaan dan kejayaan kerajaan Majapahit.

 

Pada masa kejayaan Majapahit, Islam memang belum dianut secara luas oleh masyarakat pribumi. Namun, ada beberapa bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa sebagian keluarga kerajaan dan pejabat tinggi Majapahit, terutama di pertengahan abad ke- 14 Masehi, sudah mulai memeluk islam.

 

Dalam kisah sejarah Jawa, diceritakan bahwa Putri Aria Lembu Sura dari Surabaya menikah dengan Raja Brawijaya dari Majapahit, yang diketahui beragama Islam. Kisah ini memperlihatkan bahwa ajaran Islam telah mulai diterima di kalangan elite kerajaan pada masa itu.

 

Pada masa itu, Nusantara menjadi pusat perdagangan penting, di mana beragam budaya dan agama saling bertemu dan berinteraksi. Ditemukannya koin-koin dari Tiongkok di wilayah Majapahit menjadi bukti kuat adanya hubungan dagang yang erat antara Majapahit dan Tiongkok. Temuan ini juga menguatkan fakta bahwa Majapahit berperan sebagai pusat pertukaran budaya dan agama, termasuk masuknya ajaran Islam ke Nusantara.

 

Salah satu bukti lain yang menunjukkan perkembangan Islam pada masa Majapahit adalah ditemukannya koin emas yang bertuliskan kalimat syahadat, “La ilaha illallah Muhammad Rasulullah”. Walaupun belum dapat dipastikan apakah koin tersebut berfungsi sebagai alat pembayaran resmi pada masa itu, keberadaannya memperkuat dugaan bahwa Islam sudah mulai berpengaruh di kawasan Majapahit. Saat ini, koin emas tersebut disimpan dan dipamerkan di Museum Majapahit.

 

Masa Majapahit dikenal sebagai puncak kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara. Namun, berbagai bukti sejarah menunjukkan bahwa Islam juga telah tumbuh dan berkembang pada periode tersebut. Mulai dari temuan kompleks makam Troloyo, penemuan koin emas bertuliskan kalimat Islami, hingga catatan dari Tiongkok, semuanya memperkuat gambaran tentang keberadaan komunitas Muslim di Majapahit.

 

Yang lebih menarik, penyebaran Islam di Nusantara sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum Majapahit berdiri, yakni sejak abad ke-7 Masehi melalui kedatangan para pedagang Arab dan Persia. Meskipun demikian, Islam belum langsung diterima secara luas oleh masyarakat pribumi dan baru mulai menyebar secara signifikan pada pertengahan abad ke-15.

 

Pada masa itu, dakwah yang dilakukan oleh para tokoh sufi yang dikenal sebagai Wali Songo berhasil memperluas penerimaan Islam di kalangan masyarakat Nusantara, baik dalam kehidupan budaya maupun sosial.

 

Sebelum kedatangan Islam, peradaban di Nusantara sangat dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Buddha. Namun, setelah Islam mulai masuk, penyebarannya berlangsung pesat di wilayah Majapahit. Salah satu faktor yang mempercepat perkembangan Islam adalah terjadinya konflik internal di kalangan keluarga kerajaan setelah wafatnya Raja Hayam Wuruk.

 

 

Pada abad ke-12 hingga abad ke-13 Masehi, Pulau Jawa masih berada di bawah kekuasaan kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Pada masa itu, Syekh Jumadil Kubro, seorang tokoh dari Timur Tengah, datang ke Jawa untuk berdagang sekaligus menyebarkan ajaran Islam.

Penyebaran Islam oleh Syekh Jumadil Kubro berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama terjadi pada tahun 1399 Masehi saat beliau tiba di Jawa melalui jalur perdagangan, dan tahap kedua berlangsung pada tahun 1404 Masehi.

Syekh Jumadil Kubro dibantu Tumenggung Satim yang lebih dahulu masuk Islam dalam mendakwahkan agama islam ibu kota Majapahit. Pengajaran dimulai dengan mengajarkan masalah ketauhidan dan juga perbuatan baik yang mencerminkan pribadi seorang muslim.

 

Dengan pendekatan dakwah yang perlahan namun konsisten, Syekh Jumadil Kubro berhasil mendapatkan penghormatan besar dari masyarakat umum maupun kalangan keluarga kerajaan. Ajaran Islam yang lebih mendalam tampaknya kemudian dikembangkan dan diajarkan oleh para anggota Wali Songo di periode berikutnya.

 

Islam diterima dengan baik oleh masyarakat karena sifatnya yang terbuka dan demokratis, serta kemudahan dalam menjadi bagian dari komunitas Muslim tanpa perlu melalui upacara-upacara khusus.

 

Selain itu, salah satu faktor penting yang mempercepat penyebaran Islam di wilayah Majapahit adalah pernikahan Raja Wikramawardhana, atau Hyang Wisesa, dengan seorang putri asal Tiongkok. Dari pernikahan ini kemudian lahirlah seorang tokoh bernama Arya Damar atau Swan Liong. BILLA

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#Periode Majapahit #mojokerto #puncak kejayaannya #kerajaan hindu buddha #pribumi #trowulan #ajaran islam #Kejayaan Majapahit #sejarah nusantara