Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Di Balik Kejayaan Majapahit: Berikut Tiga Tokoh Perempuan Berpengaruh di Kerajaan Majapahit

Imron Arlado • Jumat, 2 Mei 2025 | 03:42 WIB
Di Balik Kejayaan Majapahit: Berikut Tiga Tokoh Perempuan Berpengaruh di Kerajaan Majapahit
Di Balik Kejayaan Majapahit: Berikut Tiga Tokoh Perempuan Berpengaruh di Kerajaan Majapahit

 

RADAR MAJAPAHIT – Selain Raja Hayam Wuruk dan para patihnya, ternyata ada tokoh perempuan yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kejayaan Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan terkuat di nusantara dan berkuasa sekitar dari 1294 M hingga 1527 M, kerajaan tersebut mempunyai beberapa pemimpin yang sangat berpengaruh selama masa pemerintahannya, terutama pemimpin perempuan yang juga pernah ikut andil dalam masa menjayakan Kerajaan Majapahit.

Hal ini sangat menarik perhatian untuk dikenal lebih lanjut, mengingat sebagian besar kerajaan lain di dunia rata-rata di pimpin oleh laki-laki.

Tak hanya satu, di Kerajaan Majapahit terdapat tiga pemimpin perempuan yang sangat penting di sistem pemerintahan pada masa tersebut diantaranya, Gayatri Rajapatni, Tribhuwana Tunggadewi, dan Dewi Kencana atau yang sering dikenal dengan nama Dyah Suhita.

Tiga perempuan tersebut masing-masing memiliki peran penting dalam menjaga kejayaan serta kemakmuran kerajaan.

 

  1.     Gayatri Rajapatni

Gayatri Rajapatni atau yang sering dikenal dengan nama Raja Patni merupakan salah satu putri dari Kertanegara, raja terakhir Singasari.

Gayatri Rajapatni menikah dengan Raden Wijaya pada tahun 1293 M dan menjadi permaisuri pertama Majapahit.

Awalnya, pemerintahan Majapahit diteruskan oleh Kalagemet, yang merupakan putra dari Raden Wijaya dan Parameswari.

Namun, di masa pemerintahan Kalagemet sering terjadi pemberontak sehingga masa kepemimpinan tersebut diambil alih oleh Raja Patni di tahun 1328 M dikarenakan Kalagemet dibunuh oleh tabib pribadinya, Tanca.

 

 

Dibersamai oleh patihnya Gajah Mada, Raja Patni berhasil mengembalikan kewibawaan Kerajaan Majapahit dengan memberantas segala pemberontakan yang terjadi.

Namun, setelah berhasil mengembalikan situasi kerajaan, Raja Patni memutuskan mengundurkan diri menjadi raja dan memilih menjadi pendeta Buddha.

 

 

  1.     Tribhuwana Wijaya Tunggadewi

Tribhuwana Tunggadewi merupakan putri dari Gayatri Rajapatni dan Raden Wijaya. Tribhuwana Wijaya Tunggadewi memimpin Kerajaan Majapahit dari tahun 1328 hingga 1350 M.

Tribhuwana wijaya Tunggadewi merupakan pemimpin ketiga Majapahit. Dalam masa pemerintahannya, Tribhuwana Wijaya Tunggadewi diingat karena periode perluasan wilayah dan konsolidasi kekuasaan.

Saat masa pemerintahannya, Tribhuwana Wijaya Tunggadewi dibantu oleh Patih Gajah Mada mampu membuat Kerajaan Majapahit tumbuh menjadi kerajaan yang besar dan termasyur baik di kepulauan nusantara maupun luar negeri.

Di tahun 1350 M, Tribhuwana Wijaya Tunggadewi memutuskan untuk mengundurkan sebagai raja dan digantikan oleh anaknya yang bernama Hayam Wuruk.

  1.     Dyah Ayu Kencana Wungu

Dyah Suhita atau yang sering dikenal Dewi Kencana, merupakan putri dari Raja Wikramawardhana yang pernah menjabat sebagai raja di tahun 1429 M.

Raja Wikramawardhana merupakan suami dari Kusumawardhani, yakni putri dari Raja Hayam Wuruk. Namun, Dyah Suhita merupakan anak keduanya Raja Wikramawardhana dengan selirnya yang bernama Wirabhumi, yang merupakan saudara tiri dari Kusumawardhani.

Dyah Suhita menjabat sebagai raja dari 1429 M hingga 1447 M. Di masa pemerintahannya, Dyah Suhita dikenal karena stabilitas internalnya.

 

 

Sebab, sebelum masa kepemimpinan Dyah Suhita, Majapahit terbagi menjadi dua wilayah kekuasaan yakni wilayah timur yang dikuasai oleh Wirabhumi, dan wilayah barat yang dipimpin oleh Wikramawardhana dan Kusumawardhani.

Kedua wilayah tersebut sempat mengalami ketegangan sehingga terjadi perang saudara yang dikenal dengan perang Paregreg di tahun 1403 M hingga 1406 M.

Perang tersebut dimenangkan oleh Wikramawardhana yang kemudian mampu menyatukan kembali dua wilayah Majapahit.

Dengan diangkatnya Dyah Suhita menjadi pemimpin, diharapkan Dyah Suhita mampu meredakan persengketaan kekuasaan.

Tiga tokoh perempuan tersebut memiliki peran penting dalam pemerintahan Kerajaan Majapahit, di mana mereka berhasil menjaga kemakmuran, stabilitas, serta memperluas wilayah kekuasaan kerajaan tersebut.

 

 

Perempuan-perempuan ini tidak hanya memegang posisi strategis, tetapi juga aktif dalam pengambilan keputusan yang menentukan arah kejayaan Majapahit.

Keberadaan mereka sebagai penguasa dan pemimpin daerah menunjukkan peran sentral perempuan dalam struktur politik dan pemerintahan Majapahit, yang turut berkontribusi besar terhadap kejayaan kerajaan di Jawa Timur pada masa itu.AINI

 

Editor : Imron Arlado
#dyah suhita #Tribhuwana Wijayatunggadewi #Gayatri Rajapatni #tiga tokoh perempuan #peran penting #raja hayam wuruk #Kejayaan Majapahit #kerajaan majapahit