RADAR MAJAPAHIT – Tahukah kamu, ternyata nama Majapahit memiliki asal-usul yang sangat menarik untuk diketahui. Kerajaan yang telah berjaya dibawah pimpinan Raden Wijaya yang didirikan sekitar abad ke 13 M.
Kerajaan Majapahit ini diperkirakan berpusat di Kawasan Mojokerto dengan sebaran daerah kekuasaan yang sangat luas.
Selain itu, Kerajaan Majapahit dikenal berkat pencapaiannya di bidang perdagangan, kebudayaan, serta sistem pemerintahan yang telah terstruktur dengan baik.
Salah satu yang menarik tentang Majapahit ialah asal usul namanya. Berikut penjelasan terkait asal-usul nama Kerajaan Majapahit. Munculnya nama Majapahit juga berkaitan erat dengan kisah-kisah masyarakat Jawa.
Menurut kisah dari masyarakat Jawa, kisah tentang asal-usul nama Majapahit ia narasikan dengan bentuk cerita rakyat.
Nama Majapahit pertama kali muncul bermula saat Raden Wijaya berhasil lolos dari penaklukan Kerajaan Kediri kepada Singasari.
Kala itu, Singasari yang dipimpin oleh Prabu Kertanegara, memiliki niat untuk menyerang Semenanjung Melayu. Karena hal tersebut, pertahanan Singasari sedang dalam kondisi kurang optimal.
Niat yang akan dilakukan Singasari terdengar sampai ke penguasa Kerajaan Kediri. Hal tersebut dijadikan kesempatan oleh Raja Jayakatwang, pemimpin Kerajaan Kediri untuk menyerang Kerajaan Singasari.
Singasari tak menyangka bahwa akan mendapat serangan dari Kerajaan Kediri. Meskipun Kediri masih terbilang kerajaan kecil, tetapi Singasari tidak memiliki persiapan untuk menerima serangan tersebut sehingga mengakibatkan Kerajaan Singasari berhasil dikuasai oleh Kerajaan Kediri dengan terbunuhnya Prabu Kertanegara.
Meskipun Singasari telah dikuasai oleh Kediri, Prabu Kertanegara yang bernama Raden Wijaya, yang sempat menyelamatkan diri dari Raja Jayakatwang.
Kemudian Raden Wijaya melarikan diri dan mendapat perlindungan dari Arya Wiraraja yang berada di pulau Madura. Kemudian Arya Wiraraja memberikan jalan keluar kepada Raden Wijaya untuk mengabdi kepada Raja Jayakatwang.
Nasihat tersebut diterima oleh Raden Wijaya dan akhirnya, ia memilih untuk kembali ke Raja Jayakatwang dan mengabdi padanya. Raja Jayakatwang menerima Raden Wijaya meskipun ia mencurigai niat dari Raden Wijaya.
Baca Juga: Mengenal Mahapatih Gajah Mada, Panglima Perang yang Berpengaruh di Masa Kejayaan Majapahit
Setelah lama mengabdi, Raden Wijaya mengajukan permohonan kepada Raja Jayakatwang untuk membuka pemukiman baru karena wilayah Kediri sudah mulai padat. Terjadilah diskusi antara Raden Wijaya dan Raja Jayakatwang mengenai rencana pembukaan pemukiman tersebut.
Setelah lama berdiskusi, usulan tersebut diterima oleh Jayakatwang dan mengutus Raden Wijaya untuk membuka pemukiman baru di wilayah Tarik.
Setelah mendapat utusan, Raden Wijaya bersama ratusan warga Madura dan pengikut lainnya pun mulai membabat hutan di wilayah Tarik.
Saat menebang pohon di area yang telah diberikan izin, para pengikut Raden Wijaya yang merasa haus berusaha mencari cara untuk menghilangkan dahaga mereka. Di sekitar tempat tersebut, mereka menemukan banyak pohon maja dan kemudian memetik buah maja tersebut.
Saat mereka memakan buah tersebut, ekspresi wajah mereka berubah menjadi aneh. Sebagian dari mereka langsung memuntahkan buah maja tersebut karena rasanya yang sangat pahit.
Suara kegaduhan itu sampai ke telinga Raden Wijaya, yang kemudian mencoba membuktikan sendiri tentang rasa buah maja tersebut. Ternyata, Raden Wijaya juga menampilkan reaksi yang sama, dengan wajah terkejut dan memuntahkan buah itu.
Asal mula nama Majapahit yang melekat pada kerajaan besar di Jawa Timur ini berawal dari peristiwa buah maja. Seiring waktu, pemukiman yang dibuka di hutan tersebut menjadi semakin ramai dan padat penduduk.
Kepadatan ini diiringi dengan meningkatnya kesetiaan rakyat kepada Raden Wijaya. Pada akhirnya, rakyat yang dipimpin Raden Wijaya menyerang Kerajaan Kediri dengan bantuan pasukan Cina.
Setelah kemenangan tersebut, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan yang dinamakan Majapahit, mengambil nama dari buah maja yang banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Nama Majapahit berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa yakni maja dan pahit. Kata "Maja" ini merujuk pada buah maja, sejenis buah yang tumbuh di wilayah Jawa dan rasanya pahit, sedangkan kata "pahit" merupakan rasa pahit itu sendiri
Dalam bahasa Sansekerta, nama Majapahit juga mempunyai sinonim yakni Wilwatikta, dimana kata "wilwa" memiliki arti buah maja dan kata "tikta" memiliki arti pahit. Jadi, kata Majapahit dan Wilwatikta ini memiliki arti yang sama yakni "maja pahit".
Baca Juga: Brawijaya V, Raja Majapahit yang Memeluk Islam dan Menjadi Leluhur Para Penguasa di Tanah Jawa
Menurut legenda, Raden Wijaya terinspirasi dari buah maja yang rasanya pahit dan menjadikan nama tersebut sebagai lambang kekuatan serta ketahanan. Rasa pahit dari buah ini diharapkan dapat merepresentasikan perjalanan dan perjuangan dalam membangun kerajaan yang kuat.
Dalam hal ini, kata "pahit" tidak hanya menunjuk pada rasa buah saja, melainkan juga memiliki makna mendalam tentang tantangan dan rintangan yang harus dihadapi.AINI
Editor : Imron Arlado