Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Penuh Suka Duka, Kisah Romansa Raja Masa Keemasan Majapahit Hayam Wuruk, Siapa yang Berhasil Menjadi Permaisurinya?

Imron Arlado • Sabtu, 26 April 2025 | 01:51 WIB
Penuh Dengan Suka Duka, Kisah Romansa Raja Masa Keemasan Majapahit Hayam Wuruk, Siapa yang Berhasil Menjadi Permaisurinya?
Penuh Dengan Suka Duka, Kisah Romansa Raja Masa Keemasan Majapahit Hayam Wuruk, Siapa yang Berhasil Menjadi Permaisurinya?

RADAR MAJAPAHIT – Kisah cinta Raja Hayam Wuruk penuh rintangan, berawal mencintai putri Kerajaan Sunda yakni Dyah Pitaloka Citraresmi namun berakhir tragis.

Raja Hayam Wuruk yakni raja yang terkenal dengan raja terbesar dan penguasa yang terdapat dalam sejarah kerajaan Majapahit.

Raja Hayam Wuruk memimpin kerajaan Majapahit antara tahun 1350-1389 M, masa kepemimpinan Raja Hayam Wuruk disebut sebagai era berjaya serta keemasan Kerajaan Majapahit.

Hal itu juga dipengaruhi hadirnya peran mahapatih Majapahit yakni Gajah Mada yang telah menjabat sejak masa pemerintahan Tribuana Tunggadewi, sang ibu dari Raja Hayam Wuruk.

Awal mula Raja Hayam Wuruk mencintai Dyah Pitaloka karena terpesona dengan kecantikannya, ia memiliki paras yang rupawan sehingga tersohor seantero Pulau Jawa termasuk Hayam Wuruk yang menyukai putri Kerajaan Sunda ini.

 

Baca Juga: Sebarkan Kabar Proklamasi Kemerdekaan RI

 

Namun, kisah cinta Raja Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka Citraresmi berakhir dengan tragis yakni Perang Bubat pada abad ke 14.

Perang Bubat yakni perang keluarga antara kerajaan Sunda dengan pasukan Majapahit. Perang ini terjadi berawal perkawinan politik Raja Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka Citraresmi putri Raja Sunda Prabu Linggabuana.

Saat rombongan Kerajaan Sunda ke Majapahit, alih-alih pernikahan mewah ternyata berakhir peristiwa tragis.

Karena ambisi Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Pajajaran (Sunda) demi Sumpah Palapa terpenuhi.

Karena hal itu terjadi kerenggangan antara Gajah Mada dengan Raja Hayam Wuruk. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai permaisuri, yakni sebuah upeti.

 

Keadaan semakin parah maka pecahlah Perang Bubat pada 1357, Gajah Mada mengerahkan pasukannya untuk menyerang sebelum Raja Hayam Wuruk memberikan keputusan, yang menjadikan kekalahan bagi kerajaan Sunda.

Kisah cinta antara Hayam Wuruk dan Putri dari Kerajaan Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi, pun berakhir tragis. Raja Majapahit itu diliputi duka mendalam atas kepergian Dyah Pitaloka dan menyesali keputusan yang diambil oleh Gajah Mada.

Peristiwa tragis ini menyebabkan keluarga dari Kerajaan Sunda melarang pernikahan dengan pihak Majapahit. Larangan tersebut kemudian dimaknai secara turun-temurun sebagai pantangan bagi orang Sunda untuk menikah dengan orang Jawa.

 

Baca Juga: Seperti Ini Riwayat Berdirinya GP Ansor di Mojokerto

 

Lalu siapa permaisuri dan wanita yang berhasil menikahi Raja Hayam Wuruk?

Setelah kegagalan pernikahan dengan Putri Sunda Raja Hayam Wuruk berakhir menikah dengan Sri Sudewi atau Paduka Sori seorang putri dari penguasa Bai.

Sri Sudewi adalah adik tiri Hayam Wuruk, atas pernikahan mereka lahirlah Kusumawardhani.

Kemudian, Kusumawardhani menikah dengan Wikramawardhana, putra dari Bhre Pajang. Pada tahun 1389, Raja Hayam Wuruk meninggal dunia dan pemerintahan digantikan oleh menantunya yakni Wikramawardhana TASYA.  

 

Editor : Imron Arlado
#tragis #paduka sori #hayam wuruk #perang bubat #kerajaan sunda #penguasa bali #kisah cinta #Dyah Pitaloka Citraresmi #permaisuri #pulau jawa #Raja Sunda #gajah mada #sri sudewi #prabu linggabuana #tribuana tunggadewi #kerajaan majapahit