RADAR MAJAPAHIT – Pusat Kerajaan Majapahit saat ini terletak di daerah Trowulan Mojokerto. Di Trowulan banyak ditemukan artefak peninggalan Kerajaan Majapahit.
Banyak pula artefak-artefak yang ditemukan dalam keadaan hancur karena alam dan dimakan waktu. Artefak-artefak ini diperkirakan digunakan masyarakat Majapahit masa itu untuk berkehidupan sehari-hari.
Artefak-artefak yang ditemukan tersebut, kini bisa dikunjungi di Museum Gubug Wayang Mojokerto. Berikut 4 artefak peninggalan kerajaan Majapahit yang masih awet hingga masa kini.
Umpak Rumah Tradisional Majapahit
Umpak Rumah Tradisional masyarakat Majapahit banyak ditemukan di daerah pemukiman penduduk Majapahit yang terletak di daerah Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Umpak rumah tradisional banyak digunakan sekitar abad ke 13 Masehi.
Artefak ini terbuat dari batu andesit atau batu kali yang berfungsi untuk landasan rumah kayu dan candi agar lebih kokoh. Umpak yang ditemukan terdapat perbedaan ukiran dari daerah pusat kerajaan dan daerah luar kerajaan.
Gunungan Terakota Majapahit
Gunungan Terakota Majapahit ditemukan dalam keadaan hancur karena faktor alam di sekitar Trowulan Mojokerto. Gunungan Terakota ini diperkirakan dibuat pada abad ke 14 bersamaan dengan figurin dan umpak tanah liat.
Artefak ini digunakan untuk hiasan rumah dan bangunan, serta menunjukkan tingkat ekonomi dan tatanan masyarakat di Kerajaan Majapahit. Dengan adanya Terakota ini, generasi selanjutnya bisa mempelajari tatanan ekonomi dan masyarakat pada masa itu.
Figurin Gerabah Zaman Majapahit
Figurin Gerabah Majapahit merupakan hasil dari karya seni yang terbuat dari tanah liat. Penemuan Figurin Gerabah ini berada di beberapa titik Trowulan Mojokerto yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit.
Figurin ini banyak dibuat pada saat pemerintahan Raja Hayam Wuruk atau Raja Brawijaya IV di abad ke XV lebih tepatnya pada tahun 1350 – 1389 M. Artefak ini terkubur di tanah sedalam 3-4 meter selama berabad-abad sebelum ditemukan.
Karya seni Figurin ini terbagi menjadi beberapa kelompok yang dapat dikategorikan. Seperti halnya, Figurin laki-laki, Figurin perempuan, Figurin anak-anak, Figurin ekspresi dan Figurin bentuk rumah serta Punden masyarakat Majapahit.
Setiap Figurin memiliki simbol dan ciri khas yang berbeda-beda tetapi masih memiliki kesamaan dalam bentuk. Hal ini menunjukkan, pada masa Kerajaan majapahit, banyak perbedaan di tengah masyarakat tetapi mereka tetap bersatu dalam kebersamaan.
Celengan Terakota Majapahit
Celengan Terakota Majapahit merupakan tempat penyimpanan uang tertua yang ada di dunia, karena sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit abad ke 14. Celengan ini terbuat dari tanah liat yang berbentuk hewan atau manusia.
Banyak temuan artefak di Trowulan Mojokerto yang pada saat ditemukan sudah tidak utuh karena faktor alam dan waktu. Artefak celengan ini direkonstruksi setelah pertama kali ditemukan, agar tampak bentuknya kembali. Namun, beberapa temuan dibiarkan berupa kepingan agar terjaga keaslian dari artefak tersebut. IZZAH
Editor : Imron Arlado