Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengenal Kerajaan Majapahit melalui Peninggalannya, Inilah 4 Candi di Mojokerto yang Tawarkan Nilai Historis dan Eksis di Kalangan Masyarakat

Imron Arlado • Rabu, 23 April 2025 | 00:53 WIB
Mengenal Kerajaan Majapahit Melalui Peninggalannya, Inilah 4 Candi di Mojokerto yang Tawarkan Nilai Historis dan Eksis di Kalangan Masyarakat
Mengenal Kerajaan Majapahit Melalui Peninggalannya, Inilah 4 Candi di Mojokerto yang Tawarkan Nilai Historis dan Eksis di Kalangan Masyarakat

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mojokerto bukan hanya terkenal dengan keberagaman wisata alam yang memukau, tetapi juga terdapat catatan sejarah Kerajaan Majapahit di tanah ini.

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan besar dan berpengaruh yang pernah berdiri di wilayah Nusantara, khususnya pada abad ke-13 hingga abad ke-15. Kejayaan Majapahit dipercaya memiliki luasan mencakup wilayah Asia Tenggara, menjadikannya sebuah imperium yang disegani pada masanya.

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya, hingga kini, jejak kejayaan Majapahit masih bisa ditemukan melalui berbagai peninggalan sejarah yang tersebar di Mojokerto terutama di Kecamatan Trowulan.

Peninggalan-peninggalan tersebut dipercaya memiliki nilai historis dan keindahan yang eksotis, menjadi bukti nyata kejayaan masa lalu yang tetap mengundang kekaguman hingga saat ini.

Peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto sampai detik ini masih banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, karena memiliki popularitas dan daya tarik tersendiri.

 

Baca Juga: Keduk Septic Tank, Warga Canggu Mojokerto Temukan Bata Kuno

 

Situs-situs bersejarah seperti candi, gapura, dan struktur kuno lainnya menjadi bukti kejayaan masa lalu yang masih berdiri tegak hingga sekarang. Kebanyakan pengunjung datang untuk melihat secara langsung peninggalan Kerajaan Majapahit dan merasakan atmosfer masa lampau yang tersimpan di balik bangunan-bangunan bersejarah tersebut.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang memanfaatkan tempat ini sebagai lokasi foto, baik untuk keperluan prewedding sampai yearbook bagi siswa sekolah yang akan lulus, maupun sekadar berfoto untuk dokumentasi pribadi.

Hal ini terjadi karena candi-candi peninggalan Majapahit memiliki arsitektur yang terkesan klasik, unik, dan memancarkan nilai historis yang kuat, sehingga menghadirkan nuansa estetika yang sulit ditemukan di tempat lain.

Berikut sejumlah candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di Mojokerto, memiliki nilai historis sekaligus eksis di kalangan masyarakat.

 

 

Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Bajang Ratu

Mengenal Kerajaan Majapahit Melalui Peninggalannya, Inilah 4 Candi di Mojokerto yang Tawarkan Nilai Historis dan Eksis di Kalangan Masyarakat
Mengenal Kerajaan Majapahit Melalui Peninggalannya, Inilah 4 Candi di Mojokerto yang Tawarkan Nilai Historis dan Eksis di Kalangan Masyarakat

Candi dengan nilai Sejarah yang sering dikunjungi yakni Candi Bajang Ratu, nama Bajang Ratu dipercaya oleh masyarakat memiliki keterkaitan dengan masa pemerintahan Raja Majapahit yang kedua, yaitu Raja Jayanegara.

Berdasarkan bahasa Jawa Kuno, Bajang memiliki makna yaitu muda, artinya merujuk pada masa muda Raja Jayanegara sebelum naik tahta.

Candi Bajang Ratu sebetulnya tidak termasuk sebuah candi tetapi sebuah bangunan berupa gerbang atau gapura yang dipercaya jadi pintu masuk menuju tempat penting pada masa itu. Hanya saja, masyarakat sudah menyebut candi sejak awal sehingga membuat peninggalan ini terkenal dengan candi.

Lokasi Candi Bajang Ratu berada di Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini dapat dikunjungi setiap hari buka dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan harga tiket Rp 3.000 per orang.

 

Baca Juga: Profesi Ini Ternyata Sudah Eksis Sejak Zaman Majapahit Lho!

 

Candi Tikus

Candi Tikus
Candi Tikus

Candi Tikus merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit, sebutan Tikus pada candi ini dipercaya saat ditemukan tahun 1985 dulu berupa gundukan tanah yang menjadi markas tikus.

Saat dibongkar ternyata terdapat sebuah pemandian atau petirtaan yang diduga secara kuat oleh masyarakat merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

 

Sehingga candi ini memiliki fungsi sebagai tempat pemandian atau ritual yang disekelilingnya banyak air.

Candi ini terletak di Dusun Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tidak jauh dari Candi Bajangratu.

Keunikan arsitekturnya terletak pada fungsinya yang diyakini sebagai perkolaman atau petirtaan. Di dalamnya terdapat struktur berbentuk persegi empat dengan ukuran sekitar 29,5 x 28,5 meter, yang berisi sebuah kolam.

Candi Tikus juga dapat dikunjungi setiap hari dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dengan harga tiket Rp 3.000 per orang.

Candi Brahu

Candi Brahu
Candi Brahu

Candi dengan nilai Sejarah selanjutnya yakni Candi Brahu. Nama Brahu dipercaya dari kata Wanaru atau Warahu yang mengarah pada bangunan suci prasasti Alasantan yang terletak di sekitar candi.

Bentuk dari Candi Brahu mirip dengan stupa yang membuat candi ini salah satu candi terbesar di provinsi Jawa Timur.

Candi yang memiliki bangunan sacral ini memiliki bangunan yang menjulang tinggi setinggi 20 meter.

 

Baca Juga: Ini Mata Pencarian Masyarakat Era Majapahit Hingga Dikenal Luar Negeri

 

Area candi yang luas juga dikelilingi oleh taman menjadikan candi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

 

 

Candi penuh historis ini bisa dikunjungi setiap hari dengan harga tiket Rp 3.000 per orang.

Lokasinya berada di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Candi Gentong

Candi Gentong
Candi Gentong

Candi Gentong terletak di sebelah timur Candi Brahu dan pertama kali ditemukan pada tahun 1889. Proses pemugaran candi ini berlangsung cukup lama, dimulai pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 1998. 

 

Saat pertama kali dipugar, Candi Gentong masih berupa gundukan tanah yang di bagian tengahnya terdapat lubang.

Di sekitar area tersebut juga ditemukan banyak pecahan atau fragmen gentong, yang kemudian menjadi asal-usul penamaan candi ini sebagai “Candi Gentong”. 

Selain itu artefak-artefak yang ditemukan diantaranya keramik dari dinasti Yuan dan Ming, emas, stupika dan mata uang Cina.

 

Baca Juga: Pasca Kemerdekaan, Sekolah SMA di Mojokerto Sudah Terapkan Penjurusan

 

Dipercaya candi ini dibangun 1370, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Pembangunannya bertujuan untuk melaksanakan upacara Sraddha sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya ibu Hayam Wuruk, yaitu Tribuana Tungga Dewi. Upacara tersebut dilakukan sebagai permohonan agar pemerintahan senantiasa dilimpahi kesejahteraan.

Candi Gentong terdiri dari dua kompleks percandian. Candi Gentong I berada di sebelah utara dan dikelilingi oleh bangunan kecil yang tersusun mengikuti arah mata angin.

 

Sementara itu, Candi Gentong II terletak di sisi selatan dan memiliki ukuran yang lebih besar serta bentuk yang lebih kompleks dibandingkan dengan Candi Gentong I.

 

Baca Juga: Awalnya Hanya Untuk Kalangan Elit!! Begini Riwayat Penerapan Sistem Pendidikan Berjenjang di Mojokerto

 

Itulah empat candi popular di Mojokerto peninggalan Kerajaan Majapahit yang memiliki bangunan klasik nuansa Sejarah yang wajib dikunjungi. TASYA

 

Editor : Imron Arlado
#daya tarik #Raden Wijaya #hayam wuruk #catatan sejarah #candi tikus #candi candi peninggalan kerajaan majapahit #peninggalan sejarah #kecamatan trowulan #kabupaten mojokerto #candi gentong #lokasi foto #Abad ke 15 #wisata alam #Bajang ratu #candi brahu #abad ke 13 #wilayah asia tenggara #masa lampau #kerajaan majapahit #candi #Nilai historis #yearbook #Struktur Kuno