Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sederat Arca Ini Gambarkan Kehidupan Pedagang Tiongkok di Zaman Majapahit  

Martda Vadetya • Selasa, 26 November 2024 | 12:00 WIB

 

Foto arca terakota koleksi Museum Trowulan (istimewa)
Foto arca terakota koleksi Museum Trowulan (istimewa)

RADAR MAJAPAHIT -  Sumber sejarah tertulis Majapahit menyebutkan adanya orang berwajah bukan lokal atau berbeda yang paling sering disebut dan dijumpai adalah orang-orang berwajah China.

Jika dilihat pada masa kini, temuan ini sangat logis berkaitan karena di beberapa toko di Kota Mojokerto terdapat orang China yang berprofesi sebagai pedagang.

Apabila dibandingkan dengan orang asing lainnya, misal orang Arab, Amerika dan India.

Walaupun jumlahnya relatif sedikit dibanding penduduk Jawa, namun dapat disebut bahwa orang China merupakan pedagang asing mayoritas di Majapahit.

Terdapat beberapa bukti-bukti arkeologi yang sebagian besar juga menunjukkan keberadaan penduduk asing dengan ciri-ciri fisik orang China.

Selain itu, disebut juga ciri-ciri orang asing India, Arab dan Tartar. Dari indikasi tersebut, disimpulkan bahwa pelaku perdagangan pada Masa Kerajaan Majapahit adalah masyarakat Desa Trowulan dan orang asing yang berasal dari China dan India.

Keberadaan orang-orang berwajah non pribumi di sekitar Majapahit adalah arca terakota memberikan gambaran fisik mengenai kehadiran orang non-pribumi di sekitar Desa Trowulan.

Perdagangan dan pertanian merupakan salah dua hal yang mampu mendongkrak perekonomian Kerajaan Majapahit.

Untuk mendukung kehidupan perekonomian kerajaan, maka Kerajaan Majapahit juga membangun berbagai sarana untuk memudahkan proses berdagang, seperti jalan, lalu lintas sungai, dan pelabuhan.

Lebih lanjut, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, ia mengusahakan peningkatan kesejahteraan rakyatnya dengan cara membangun bendungan-bendungan, saluran air, dan pembukaan lahan pertanian baru.

Di sepanjang sungai itu juga dibangun jembatan penyeberangan untuk memudahkan hubungan antar daerah.

Ada beberapa bukti sejarah lainnya yang memperlihatkan karakteristik orang China yang melakukan kegiatan perdagangan di wilayah kekuasaan Majapahit pada masa itu.

Arca terakota laki-laki memakai topi duduk bersila koleksi Museum Trowulan.

Telapak tangan kanan arca ini seakan sedang menggenggam barang dagangan. Sedangkan posisi telapak tangan kirinya berada di atas pangkuan.

Sosok lelaki pada arca terlihat memakai tutup kepala berbentuk separuh lingkaran dan terdapat sebuah tonjolan kecil di bagian atas Maozi.

Tutup kepala disebut Maozi dan ditengarai menjadi penutup kepala yang sering digunakan oleh penduduk China.

Bentuk kelopak mata sosok dalam arca berbentuk kecil atau menyipit dan sudut matanya tinggi di bagian luar.

Tokoh lelaki pada arca ini digambarkan berhidung kecil atau tidak mancung.

Terlihat wajah orang yang gemuk sedang tersenyum, dimana bentuk bibirnya tipis, pipi berisi dan dagu panjang berlipat-lipat.

Sesosok pria pada arca ini tidak mengenakan atasan sehingga memperlihatkan perutnya yang buncit.

Bawahannya memakai kain sarung yang dipakai dengan seperti digulung  ke pinggang.

Arca terakota laki-laki memakai jubah koleksi Museum Trowulan. Arca ini menggambarkan sosok pria yang memakai sebuah jubah seperti baju adat kurung berlengan panjang.

Pola atasan berbentuk baju kurung tersebut dibiarkan terbuka di bagian dada, sedangnya leher baju dibuat tinggi sampai menyentuh dagu.

Arca terakota berciri orang China, yaitu pakaian bagian leher baju tertutup dan tinggi yang disebut cheongsam.

Posisi tangan kanan tokoh berada di pangkuan dan tangan kiri sedang memegang benda (dagangan).

Tokoh arca ini memiliki dahi yang tampak lebar dan tatanan rambut diikat ke belakang (dikuncir).

Ada kumis tebal yang dipilin tipis ke samping kanan dan kiri di atas mulutnya yang mungil dan namun tebal.

Ciri-ciri budaya yang digambarkan oleh ciri khas orang Cina adalah bagaimana tata rambut, bagian kumis hingga jenggot yang sedemikian rupa seperti tergambar pada ciri-ciri pada kedua arca di Trowulan tersebut.

Gaya berpakaian orang-orang asing China pada jaman Majapahit diketahui dari bentuk madzi separuh lingkaran dengan tonjolan kecil di atasnya.

Dan cheongsam dengan desain leher baju tertutup seperti yang lazim dipakai oleh orang-orang China hingga masa sekarang. (widya)

 

 

Editor : Martda Vadetya
#majapahit #terakota #arca #Museum Trowulan