Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Pertanian Era Majapahit Diyakini Sebagai Puncak Evolusi Budaya Agraris di Nusantara  

Martda Vadetya • Minggu, 24 November 2024 | 22:00 WIB

 

Foto ilustrasi istimewa.
Foto ilustrasi istimewa.

RADAR MAJAPAHIT – Selain dikenal sebagai kerajaan Maritim Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan agraris terbesar di Nusantara.

Kerajaan ini didirikan oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Letak kerajaan ini berada di daerah Tarik, Mojokerto, Jawa Timur.

Kerajaan Majapahit diperkirakan muncul dan berkembang sejak 1293 Masehi hingga 1500 Masehi.

Pertanian Majapahit dikatakan sebagai puncak evolusi budaya tertinggi pada masa Jawa Kuno.

Sistem pertanian Kerajaan Majapahit diyakini telah menerapkan sistem yang tergolong sangat maju pada masa Jawa Kuno.

Hal ini bisa dilihat pada sistem irigasi yang diterapkan serta pada organisasi pengaturnya.

Selain itu, pertanian Majapahit diuntungkan oleh keadaan geografis yang mendukung yang disebutkan dalam Prasasti Kamalagyan serta Kitab Negarakertagama.

Kondisi alam di sekitar kawasan kerajaan sangatlah subur sehingga tidak mengherankan jika komoditas pertanian Majapahit sangatlah melimpah.

Selain padi, Kerajaan Majapahit juga memiliki komoditas lainnya berupa semangka, kelapa, manggis, lada, cengkeh, pala dan kapas.

Kunci utama keberhasilan tani di Majapahit ialah pemeliharaan sawah serta ladang yang dilakukan sebaik mungkin.

Penguasa Majapahit kala itu membuat beberapa fasilitas yang dapat menunjang kegiatan masyarakat di daerah Trowulan dan sekitarnya.

Seperti pembuatan kanal, tanggul sungai, waduk, dam, serta saluran-saluran irigasi lainnya.

Hal tersebut dibuktikan dari adanya data prasasti serta tinggalan-tinggalan arkeologis yang ada.

Selain terletak di kawasan Sungai Brantas, Kerajaan Majapahit juga terletak di daerah yang memiliki banyak gunung berapi.

Seperti Gunung Semeru, Gunung Kediri dan Gunung Wilis  yang menjadikan tanah di daerah tersebut subur sehingga dapat membuat penduduk Majapahit bisa dengan mudah bercocok tanam dan memanen hasilnya.

Letak Kerajaan Majapahit juga ada yang terletak di kawasan dataran tinggi dan kawasan bercuaca panas.

Sehingga penduduk Majapahit bisa bercocok tanam sesuai dengan cuaca dan hawanya. Seperti padi yang lebih sering ditanam di kawasan bercuaca panas sehingga masyarakat dapat memanen padi sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu tahun.

Persawahan menjadi tulang punggung perekonomian di Majapahit sebagai tiang utama sebagai pendukung kehidupan kerajaan. (Widya)

 

 

Editor : Martda Vadetya
#jawa kuno #Raden Wijaya #agraris #majapahit #nusantara