Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengenal Candi Kendalisada, Situs Sejarah Warisan Majapahit di Lereng Gunung Bekel  

Martda Vadetya • Kamis, 21 November 2024 | 13:00 WIB
foto istimewa.
foto istimewa.

RADAR MAJAPAHIT – Candi Kendalisada terletak di wilayah Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Situs cagar budaya tinggalan era Majapahit satu ini berada tepat di lereng Gunung Bekel.

Dikelilingi oleh hutan belantara yang luas, Candi Kendalisada merupakan salah satu tinggalan arkeologi unik dan bernilai sejarah tinggi.

Struktur Candi Kendalisada sendiri tampak menonjol lantaran seperti piramida.

Candi ini memiliki empat tingkat yang saling terkait secara horizontal dan vertical.

Setiap tingkat tersebut dilengkapi dengan relief yang bervariasi, mulai dari adegan-adegan religius sampai potret tokoh-tokoh mitos dan legenda.

Teras pertama candi, yang merupakan bagian dasar struktural, didominasi oleh relief-relief yang menggambarkan kisah Panji.

Yaitu cerita romantis antara Raden Panji dan Galuh Candra Kirana.

Relief ini bukan saja memberikan wawasan tentang tradisi sastra Jawa tetapi juga menunjukkan kemampuan artistik masyarakat Majapahit dalam mengabadikan cerita-cerita epik melalui seni patung relief.

Di antara relief Panji, terdapat juga motif ukel dan tumpal yang sering digunakan sebagai simbol spiritual.

Ukiran-ukiran ini bukan hanya estetik tapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam, merepresentasikan harmoni antara alam dan manusia.

Salah satu aspek yang paling menarik dari Candi Kendalisada adalah relief yang dimilikinya. Banyak di antara mereka yang menggambarkan kisah-kisah agung dari Mahabharata dan Ramayana.

Namun yang paling dominan adalah cerita Panji. Kisah Panji adalah salah satu tema sentral dalam seni patung relief di Candi Kendalisada.

Cerita ini berkisar tentang cinta segitiga antara Raden Panji (pangeran), Galuh Candra Kirana (putri raja), dan Srikandi (permaisuri).

Relief ini menampilkan adegan-adegan dramatis seperti pertemuan awal pasangan, perseteruan keluarga, dan akhirnya tragedi yang dialami oleh ketiganya.

Pada zaman dahulu, Candi Kendalisada difungsikan sebagai tempat ibadah dan pertapaan bagi para Resi atau Brahmana.

Tempat ini diyakini memiliki energi positif yang dapat meningkatkan derajat rohani siapa pun yang datang ke sana.

Berdasar prasasti lisan yang disampaikan turun temurun, para Brahmana biasanya melakukan ritual keagamaan di tempat ini untuk memohon perlindungan rohani dan kekuatan spiritual agar bisa menjalankan amal baik demi keseimbangan dunia.

Saat ini, meskipun tidak lagi aktif sebagai tempat ibadah, Candi Kendalisada menjadi objek wisata sejarah di kalangan pecinta budaya dan arkeologi.

Tak lain karena keindahan arsitekturnya yang unik dan makna spiritual yang melekat. (RIZQI)

 

 

Editor : Martda Vadetya
#gunung bekel #mojokerto #majapahit #trawas #candi