RADAR MAJAPAHIT – Warga Desa Gosari di Kabupaten Gresik, Jawa Timur menemukan situs purbakala yang diduga sebagai peninggalan dari Kerajaan Majapahit.
Penemuan ini terjadi pada 20 September 2022 saat warga membersihkan lahan untuk pembangunan tempat parkir di Wisata Alam Gosari (Wagos).
Dan menemukan struktur berbentuk bebatuan merah yang kemungkinan merupakan tempat pembakaran tembikar.
Prasasti Gosari, atau dikenal juga sebagai Prasasti Butulan, adalah salah satu artefak penting yang berkaitan dengan sejarah Majapahit.
Prasasti ini berangka tahun 1298 Saka (sekitar 1376 M) dan terletak di dinding Gua Butulan.
Di dalam prasasti tersebut terdapat tulisan dalam huruf Jawa kuno yang menyebutkan nama San Rama Samadya, seorang ksatria yang diduga tersingkir dari istana dan mengasingkan diri di gua tersebut untuk melakukan meditasi dan olah kanuragan.
Keberadaan prasasti ini telah diketahui oleh penduduk setempat sejak lama, namun baru dilaporkan secara resmi kepada pihak berwenang pada tahun 2004.
Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh tim arkeologi dari Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2005, yang mengkonfirmasi bahwa prasasti ini memiliki hubungan erat dengan sejarah Majapahit.
Prasasti ini dianggap berkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit, terutama pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.
Masa kejayaan Majapahit berlangsung antara tahun 1359 hingga 1389 M. San Rama Samadya diperkirakan bertapa di Goa Butulan setelah mengalami kekalahan dalam persaingan politik di kerajaan.
Situs yang ditemukan berupa struktur bebatuan merah yang berukuran sekitar 1 x 3 meter, yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tembikar.
Selain itu, di sekitar lokasi juga ditemukan pecahan tembikar dan bebatuan sejenis gerabah atau guci.
Prasasti Gosari menjadi salah satu peninggalan penting yang memberikan wawasan mengenai sejarah politik dan budaya di Indonesia pada masa lalu.
Prasasti Gosari tidak hanya penting sebagai dokumen sejarah tetapi juga menunjukkan bahwaarea tersebut juga menyimpan bukti lain dari industri tembikar yang pernah ada di Gosari, termasuk penemuan tungku pembakaran tembikar dan pecahan gerabah.
Penemuan ini menambah bukti bahwa wilayah tersebut merupakan pusat industri tembikar sejak zaman Majapahit. (*)
Editor : Martda Vadetya