Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Desa di Mojokerto Ini Dulunya Tempat Para Saudagar Majapahit Berkumpul

Martda Vadetya • Senin, 18 November 2024 | 12:00 WIB
Foto ilustrasi (istimewa)
Foto ilustrasi (istimewa)

RADAR MAJAPAHIT – Konon, terdapat sebuah desa di wilayah Mojokerto yang dijadikan tempat berkumpulnya para pedagang dari penjuru Nusantara pada zaman kerajaan Majapahit.

Kini tempat itu dipercaya tepat berada di wilayah Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Dulunya, Desa Panggih merupakan kampung tempat bertemunya para saudagar se-Asia Tenggara yang kala itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Sejak era di bawah kepemimpinan Raden Wijaya atau Raja Kertarajasa Jayawardhana.

Pada masa Raja Hayam Wuruk, para saudagar yang datang ke Kerajaan Majapahit dan seluruh Asia Tenggara tersebut tujuannya untuk  berdagang.

Kegiatan tersebut biasanya dilakukan di Pasar Majapahit yang berdekatan dengan Pendopo Agung dan sungai penghubung Kerajaan Kediri dengan pelabuhan Kali Mas yang sekarang dekat Jembatan Merah.

Dahulu, letaknya berada di tepian Sungai Balong Dowo yang kini sebagian sudah terisi oleh daratan bernama Sungai Padati letaknya di kawasan perkotaan Kecamatan Sooko.

Kala itu, di perbatasan timur Panggih pernah ada sebuah sungai yang menghubungkan antara sungai Canggu dan sungai Bubat yang dibuat untuk transaksi jual beli atau barter oleh para saudagar di masa Majapahit.

Para saudagar berkumpul ditempat tersebut untuk bertukar informasi yang berasal dari Asia Tenggara pada saat itu.

Seiring dengan berjalannya waktu, sungai tersebut menjadi sungai kecil dan sekitar sungai tersebut menjadi mudah terkena dampak banjir karena adanya cekungan tanah yang tidak rata.

Di Desa Panggih juga menjadi tempat berkumpulnya pedagang yang berasal dari jalur perairan ke pasar sekitar kerajaan Majapahit dan pasar bagi masyarakat Majapahit yang terletak di sekitar petilasan Tri Buana Tunggal Dewi.

Sekitar tahun 2011 pernah ada sekelompok arkeolog yang menemukan banyak bangunan rumah di sekitar petilasan Tri Buana Tungga Dewi.

Namun hal tersebut tidak di publikasikan karena warga sekitar tidak mau terjadi apa-apa jika wilayah tersebut di bongkar.

Karena pada masa sebelumnya saat batu petilasan Tri Buana Tungga Dewi di bawa ke Museum Mpu Tantular akan tetapi di keesokan harinya batu tersebut kembali sendiri di kali pertam ditemukan. (widya)

 

Editor : Martda Vadetya
#Raden Wijaya #mojokerto #majapahit #trowulan #saudagar