RADAR MAJAPAHIT – Setelah berhasil menjalankan misinya, menyerang Jayakatwang dan memusnahkan pasukan Tar-Tar, Raden Wijaya dan pasukannya kembali menuju ke Pakuwon Isun.
Untuk merencanakan sesuatu untuk memeriahkan acara resmi pengumuman berdirinya kerajaan Majapahit.
Pengumuman tentang prokamasi Majapahit disebar kesegenap penjuru, terutama para kawula di wilayah Kerajaan Kediri, Singosari, dan sekitarnya.
Persiapan acara proklamasi Majapahit dilaksanakan dengan sedemikian rupa.
Deklarasi berdirinya Majapahit ini dilakukan di Pendopo Agung Sitiinggil yang lokasinya berkisar 3 km dari pakuwon isun (sekarang bejijong).
Lokasinya memang disengaja jauh agar pakuwon isun tidak mudah terdeteksi oleh mata mata Jayakatwang.
Dengan didampingi oleh Ki Ageng Jabung (Ki Dugul Mudo), Arya Wiraraja, Ki Wiro, Ki Nambi, Ki Bandar, Ki Bangga mengumumkan bahwasannya pada tanggal 10 November 1293 Majapahit resmi berdiri.
Kemudian Raden Wijaya secara aklamasi menjadi raja Majapahit pertama. Ki Bangga diangkat sebagai senopati dan ia bergelar sebagai Arya Panular.
Ki Bandar dan Ki Nambi diangkat sebagai jajaran kabinet (mentri) majapahit. Ki Wiro sebagai patih dan ia bergelar Patih Wahan.
Ki Gede Jabung diangkat sebagai guru pandhita. Dan yang terakhir Arya Wiraraja di angkat sebagai penasehat kerajaan.
Slamet Munjana dalam buku Nagara Kretagama menyinggung asal usul nama Majapahit.
Kisah atau dongeng tentang asal usul nama Majapahit terdapat dalam Pararaton dan Panji Wijayakrama IV/86-87.
Nama ini bermula dari salah satu prajurit yang menemukan pohon mojo yang tumbuh di Alas Terik ketika proses membuka alas tersebut.
Karena mereka lapar akhirnya mereka memakannya. Namun sayangnya buah tersebut terasa pahit.
Mereka menceritakan kejadian tersebut kepada Raden Wijaya hingga tercetuslah fikiran untuk menamai keraton tersebut dengan nama Majapahit.
Nama Majapahit sendiri banyak disebutkan pula dalam piagam-piagam yang dikeluarkan saat zaman Majapahit yakni dalam Piagam Kudadu sampai Piagam Jiyu.
Kerajaan majapahit berdiri dengan berlandaskan filosofis Satyam Eva Jayate yang memiliki arti kebaikan kebenaran dharma pasti jaya.
Karena kata tersebut dijadikan pandangan hidup oleh Raden Wijaya dalam rangka mendirikan kerajaan Majapahit.
Setelah pengesahan ini akhirnya keraja Singasari dan Kediri berada di bawah kekuasaan Majapahit.
Demikianlah proses pembukaan alas terik sebagai lokasi berdirinya kerajaan Majapahit. (WIDYA)
Editor : Martda Vadetya