RADAR MAJAPAHIT – Sebuah artefak kuno ditemukan di Desa Wajaklor, Tulungagung, saat warga setempat membersihkan lahan untuk pembangunan lapangan desa setempat.
Mereka menemukan sebuah sumur jobong yang disinyalir berasal dari era kerajaan Majapahit.
Sumur jobong merupakan sumur tradisional yang dikenal dengan struktur uniknya.
Dalam penemuan ini, sumur memiliki kedalaman sekitar 180 sentimeter dan masih mengeluarkan air yang jernih.
Menurut Winarto, Kasi Sejarah Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, sumur ini terdiri dari enam rangkaian jobong dengan ketebalan cubung sekitar 1 sentimeter dan diameter 60 sentimeter.
Ciri khasnya yakni penggunaan material tanah liat dengan teknik khas Majapahitan.
Keberadaan air yang bersih dari sumur ini menunjukkan bahwa struktur tersebut masih berfungsi dengan baik meskipun telah berusia ratusan tahun.
Penemuan sumur jobong ini memberikan wawasan baru mengenai kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Majapahit.
Sumur-sumur seperti ini biasanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat saat itu.
Selain itu, keberadaan sumur ini juga menunjukkan tingkat keahlian teknik bangunan yang tinggi pada zaman tersebut.
Menurut para ahli, sumur jobong tidak hanya berfungsi sebagai sumber air tetapi juga sebagai simbol penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Majapahit.
Sumur ini dapat menjadi titik fokus dalam penelitian lebih lanjut mengenai sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air di masa lalu.
Pemerintah Desa Wajaklor juga berkomitmen untuk melestarikan lokasi penemuan meskipun ada rencana pembangunan infrastruktur di area tersebut. (*)
Editor : Martda Vadetya