RADAR MAJAPAHIT – Agama Islam disebut mulai masuk ke Nusantara pada abad ke 7 masehi dan puncak perkembangannya pada abad ke-13.
Salah satunya dibuktikan dari adanya nisan Sultan Malik As Shaleh di Aceh yang menjadi sultan atau raja dari kerajaan Samudra Pasai.
Berkembanya Islam di Nusantara memakan proses dan waktu panjang. Sehingga masuknya Islam dan tumbuhnya kerajaan Islam merupakan dua hal yang perlu dibedakan.
Di tanah Jawa sendiri bukti tertua tentang masuknya agama Islam bisa dilihat dari adanya nisan pada makam Fatimah Binti Maimon (Letima) yang berangka tahun 475 H (1082 Masehi). Angka tersebut ditengarai sebagai tahun wafatnya.
Selain itu, terdapat bukti yang berasal dari makam tujuh yang berada di kompleks pemakaman Troloyo, Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Nisan makam Islam ini berangka tahun 1376 Masehi. Yang bertapan Raja Hayam Wuruk tengah berkuasa.
Selain itu, ada sejumlah bukti lain jika agama Islam mulai berkembang di pulau Jawa saat Kerajaan Majapahit merengkuh masa kejayaannya.
Yakni keberadaan tokoh panyiar Islam pada era Wilwatikta berikut ini.
Syekh Sayyid Jumadil Kubro atau yang dikenal sebagai Sayyid Jamaluddin Al-Husein Al-Akbar merupakan salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di era Kerajaan Majapahit.
Lahir pada tahun 1310 masehi di Malabar, India, ia disebut keturunan Nabi Muhammad dan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk belajar di India, Makkah, dan Madinah.
Syekh Jumadil Kubro diutus oleh Sultan Turki Muhammad I untuk menyebarkan Islam di Nusantara, khususnya wilayah kekuasaan Majapahit, yang saat itu merupakan kerajaan besar dengan tradisi Hindu-Buddha.
Tumenggung Satim Singomoyo merupakan bangsawan Majapahit pertama yang masuk Islam.
Tumenggung Satim Singomoyo berperan membantu Syekh Jumadil Kubro menyiarkan ajaran Islam di kalangan rakyat jelata hingga bangsawan.
Makam Telu (tiga). Sesuai namanya, terdapat makam 3 orang yaitu Syekh Abdul Qadir Jaelani Sini, Syekh Maulana Sekah dan Syekh Maulana Ibrahim.
Menurut masyarakat Trowulan, ketiga tokoh tersebut merupakan murid dari Syekh Jumadil Kubro yang merupakan orang Jawa.
Meski belum terbukti pada inskripsi nisannya, kebanyakan masyarakat meyakini ketiga tokoh tersebut merupakan sosok penting dalam penyebaran Islam era Majapahit.
Wali Songo. Pertama kali dibentuk oleh Sultan Turki Muhammad I pada awal abad ke 15 masehi.
Ketika masa pemerintahannya, Sultan Muhammad I juga menerima laporan dari para pedagang Gujarat yang mengatakan bahwasannya di pulau Jawa para pemeluk Islam masih sangat sedikit.
Karena Pulau Jawa dikuasai oleh dua kerajaan Hindu, yakni Majapahit dan Padjajaran.
Meskipun Islam sudah lama masuk ke Jawa, namun perkembangannya sangat lambat.
Sehingga pada akhir abad ke 14masehi jumlah pemeluknya masih belum berarti dalam urusan politik. (WIDYA)
Editor : Martda Vadetya