Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Masyarakat Majapahit Sudah Mengenal Parfum Lho! Begini Penjelasan Lengkapnya  

Martda Vadetya • Minggu, 27 Oktober 2024 | 13:10 WIB

 

Foto ilustrasi istimewa.
Foto ilustrasi istimewa.

RADAR MOJOPAHIT – Di era kerajaan Majapahit, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbilang cukup pesat.

Hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari masyarakat Wilwatikta sudah melibatkan teknologi. Termasuk telah dikenalnya wewangian alami.

Budayawan sekaligus anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) kota Mojokerto Putut Nugroho menuturkan, pengharum badan dan ruangan dari bahan alami sudah digunakan sejak zaman Majapahit.

Masyarakat Majapahit menggunakan bunga-bunga harum dicampur dalam kuali untuk mandi.

Campuran bunga tersebut melekat ditubuh sehingga menimbulkan aroma serupa parfum.

Selain itu, mereka juga menggunakan merang atau tangkai sisa padi yang mengering sebagai sabun untuk keramas.

Merang dibakar sampai menjadi abu, kemudian abunya diberi air dan didiamkan.

Air rendamannya dipakai keramas, fungsi dari merang tersebut yakni melemaskann dan menjaga kehitaman rambut.

Selain itu getah kayu tertentu juga digunakan sebagia pengharum ruangan. Bahkan dicampur dengan serbuk cendana atau gaharu.

Mereka membakar getah tersebut sehingga menimbulkan harum seisi rungan. Aroma dari pembakaran ini tidak hanya menyebar keseluruh ruangan, tapi juga bisa menempel di tubuh.

Penggunaan parfum dikalangan masyarakat Majapahit  tidak hanya sebatas pada aspek kebersihan pribadi. Juga memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam.

Aroma harum seringkali diasosiasikan dengan kebersihan, kesehatan dan status sosial seseorang.

Dalam konteks upacara adat atau perayaan, penggunaan parfum menjadi bagian penting dari ritual yang memberikan nuansa sakral dan mendukung suasana khidmat.

Selain itu parfum juga berfungsi sebagi alat komunikasi non-verbal.

Aroma tertentu dapat menciptakan kesan pertama yang baik saat bertemu dengan orang lain, sehingga meningkata interaki sosial.

Hingga saat ini warisan penggunaan parfum alami dari era Majapahit masih dapat ditemukan dalam praktik budaya diberbagai daerah diIndonesia.

Tradisi menggunakan bungan sebagai pengharum tubuh atau rungan masih dilestarikan beberapa komuitas lokal.

Selain itu industri parfum modern di Indonesia milai mengangkat kembali penggunaan bahan-bahan alami tradisional sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan kesehatan.

Pengguaan parfum di era Majapahit adalah contoh nyata dari kebudayaan yang kaya dan kompleks.

Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, masyarakat Majapahit tidak hanya menciptakan produk-produk  aromatik tetapi juga membangun identitas sosial dan budaya mereka.

Melalui penelitian dan pelestarian tradisi ini, kita dapat lebih memahami betapa majunya peradaban Indonesia pada masa lalu serta pentingnya menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang. (RIZQI)

Editor : Martda Vadetya
#sejarah #majapahit #parfum #wilwatikta