Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Relief Candi Bajang Ratu Punya Makna Tersembunyi Lho! Begini Penjelasannya  

Martda Vadetya • Jumat, 25 Oktober 2024 | 13:10 WIB

 

Foto Relief Candi Bajang Ratu(Istimewa).
Foto Relief Candi Bajang Ratu(Istimewa).

RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan punya peran sentral di Asia Tenggara.

Sejumlah peninggalan arkeologisnya tersebar di wilayah Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang diyakini sebagai menjadi pusat pemerintahan atau ibu kotanya.

Salah satunya Candi Bajang Ratu. Situs ini menjadi saksi sejarah dari keberagaman budaya oleh berbagai suku bangsa yang mendiami sejumlah pulau yang tersebar di Nusantara kala itu.

Sebagaimana diketahui warisan budaya dari Kerajaan Majapahit dapat dikategorikan menjadi menjadi bendawi dan tak bendawi.

Kategori bendawi meliputi bangunan-bangunan seperti candi, artefak seperti patung dan prasasti, serta elemen-elemen lain yang bersifat materi.

Sedangkan warisan tak bendawi mencakup tradisi-tradisi, ekspresi lisan, dan aspek-aspek non-materiil seperti bahasa, seni pertunjukan, adat-istiadat masyarakat, dan perayaan-perayaan.

Cerita rakyat menjadi salah satu contoh penting dari warisan budaya tak bendawi yang telah berakar dalam masyarakat sejak era Wilwatikta.

Candi Bajang Ratu, yang berlokasi di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari Kerajaan Majapahit di wilayah tersebut.

Dengan struktur yang berbentuk gapura paduraksa, candi ini memiliki makna filosofis sebagai simbol peringatan atas meninggalnya Raja Jayanegara, yang sebelumnya menjabat sebagai Putra Mahkota Majapahit.

Seni Relief Candi Bajang Ratu di Mojokerto, sebuah karya seni yang tidak hanya mengagumkan secara visual tetapi juga menyimpan makna relief yang mendalam.

Candi Bajang Ratu di Mojokerto menjadi saksi bisu peradaban masa lampau, khususnya pada masa Kerajaan Mojopahit.

Melalui setiap goresan dan ukiran yang terpahat dengan teliti pada dinding candi, terbentang sebuah cerita panjang yang menceritakan kehidupan, kepercayaan, dan budaya masyarakat pada masa lampau.

Relief-relief ini tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga merupakan sarana untuk menyampaikan pesan filosofis, mitologis, dan sejarah yang mendalam.

Relief  Kala. Relief berbentuk kepala Kala ini menjadi yang paling mencolok karena bentuknya yang menonjol, terletak pada bagian atap candi. Fungsi utamanya adalah sebagai pelindung, penolak bala, pengusir mara bahaya, dan penjaga.

Relief Kala, yang melambangkan pelindung atau pengusir bala. Relief ini menggambarkan figur Kala dengan ekspresi yang kuat, melambangkan kekuatan untuk menghadapi segala macam rintangan dan bala yang datang.

Relief Ramayana. Ada relief cerita Ramayana yang terletak di sayap sebelah timur dan barat gapura, menghadap ke arah selatan candi.

Relief ini menggambarkan adegan perkelahian antara manusia kera dengan raksasa, yang merupakan salah satu cerita epik yang sangat penting dalam tradisi Hindu.

Sebenarnya relief tersebut bukanlah sekadar gambaran figur, tetapi merupakan representasi manusia yang hidup yang dipahatkan pada dinding relief.

Hal ini memiliki makna bahwa kebenaran akan selalu menang dan tidak terkalahkan oleh kemarahan.

Relief Sri Tanjung. Di kaki sebelah timur gapura terdapat relief kisah Sri Tanjung yang menggambarkan peristiwa peruwahan atau pembebasan menuju kegiatan keagamaan.

Relief ini memiliki kaitan dengan konsep pelepasan, yang terkait dengan pembebasan arwah atau jasad Raja Jayanegara, atau Kalagemet.

Relief  Surya Matahari. Juga terdapat Relief Surya Matahari yang terletak di bagian tengah atap candi lapis ketiga.

Relief ini menggambarkan matahari sebagai simbol kekuasaan dan keberanian, sering kali diidentifikasi dengan simbol Majapahit dan Indonesia.

Relief yang berbentuk bulat adalah Relief Matahari, yang menggambarkan matahari dengan sepasang sayap yang merupakan simbol Garuda, simbol yang sangat penting dalam kebudayaan Majapahit dan Indonesia.

Pentingnya memahami makna yang tersembunyi di balik relief-relief Candi Bajang Ratu sebagai bagian dari warisan budaya dan seni Indonesia.

Dengan menggunakan pendekatan seni, arkeologi, dan studi budaya, penelitian ini menggali simbolisme, motif, dan naratif yang tersirat dalam setiap ukiran, serta mengaitkannya dengan konteks sejarah dan kehidupan masyarakat pada masa Majapahit.

Dengan memahami signifikansi yang tersirat dalam relief-relief Candi Bajang Ratu, kita dapat memperdalam pengetahuan kita tentang sejarah, seni, dan nilai-nilai budaya yang diteruskan dari generasi ke generasi.

Setiap relief yang terdapat di candi ini mencerminkan perjalanan hidup manusia.

Dari simbol yang terkandung di dalamnya, terdapat pelajaran yang berharga yang bisa menjadi panduan dalam kehidupan kita. (WIDYA)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #majapahit #candi bajang ratu #trowulan #Relief