RADAR MAJAPAHIT – Di sudut wilayah Kabupaten Mojokerto terdapat sebuah gua di tengah kawasan hutan yang menawarkan pengalaman unik bagi para penjelajah.
Adalah Gua Anggas Wesi yang lokasinya di Desa Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Nama Anggas Wesi sendiri berasal dari kata Angga: Badan, Sadira: pribadi dan Wesi: hitam atau kresna.
Hal ini dikisahkan dalam kitab Babad Tanah Jawi yang menjelaskan terdapat Raja Negeri Giling Wesi bergelar Watu Gunung.
Konon, wilayahnya terdapat Gua Anggas Wesi yang menjadi tempat Batara Wisnu bertapa.
Gua Anggas Wesi memiliki aura mistis yang sangat kuat sehingga ilham yang didapat melalui jalur gaib.
Sebelum Majapahit terbentuk, Gua Anggas Wesi dipercaya sudah digunakan sebagai tempat pertapaan oleh Raden Wijaya, pendiri kerajan yang juluki Wilwatikta itu.
Kala itu Raden Wijaya disarankan untuk tapa brata atau menenangkan diri di kaki Gunung Mojo tepatnya di Gua Anggas Wesi.
Raden Wijaya melakukan pertapaan di Sendang Suruh selama 40 hari. Selama melakukan pertapaan, ia dililit pohon suruh yang tumbuh di tempatnya bersila.
Di hari ke-40, Raden Wijaya mendapat ilham untuk melakukan semedi di dalam gua Anggas Wesi.
Setelah beberapa hari bertapa, Raden Wijaya menerima pencerahan batin dan fikiran yakni agar ia mendirikan kerjaan baru di sekitar Alas Trik.
Setelah mengakhiri pertapaannya, Raden Wijaya menemui Ki Gede Jabung di padepokannya.
Disana juga hadir Adipati Arya Wiraraja, Ki Bandar, Ki Wiro, Ki Nambi dan Ki Bangga.
Raden Wijaya menyampaikan ilham yang didapat dalam Pertapaannya itu.
Ki Gede Jabung , Adipati Wiraraja, Ki Bandar, Ki Wiro, Ki Nambi, dan Ki Bangga mendengarkan dan menanggapi dengan serius.
Kemudian mereka semua berikrar dalam mewujudkan keinginan untuk mendirikan kerajaan Majapahit dengan risiko apapun.
Seiring berjalannya waktu, proses pembukaan Alas Trik telah usai. Seiring dengan tuntasnya pendirian Kerajaan Majapahit.
Hingga Raden wijaya mengumumkan resmi berdirinya kerajaan Majapahit .
Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada 10 November 1293 masehi.
Peresmian tersebut turut mengundang rakyat kerajaan Kediri, Singasari dan sekitarnya.
Kala itu juga Raden Wijaya secara aklamasi resmi menjadi Raja pertama Majapahit
Dengan Ki Bangga sebagai senopati pertama bergelar Arya Panular, Ki Wiro sebagai patih yang bergelar Ki Wahan.
Kemudian Ki Nambi dan Ki Bandar menjadi kabinet kementerian sedangkan Ki Gede Jabung menjadi Guru Pandhita dan Arya Wiraraja sebagai Penasihat Kerajaan.
Penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit dan bergelar Abhiseka Kertarajasa Jayawardhana tercatat dalam Kekidungan ‘Purning Kartikamasa pancadasi sukleng Catur’.
Hingga Saat ini, Gua Anggas Wesi masih ramai dikunjungi oleh pecinta alam dan wisatawan spiritual.
Meskipun patung Dewa Wisnu yang ada di dalam gua baru saja dibuat, namun kesakralan tempat ini masih terasa kuat.
Para pengunjung sering melakukan ritual sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.
Kelestarian situs peninggalan leluhur ini sangat penting untuk dijaga karena mengandung nilai sejarah dan kearifan lokal.(WIDYA)
Editor : Martda Vadetya