Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Masyarakat Era Majapahit Sudah Belanja Pakai Uang Lho! Simak Sejarah dan Penggunaannya

Martda Vadetya • Senin, 21 Oktober 2024 | 13:00 WIB
Foto (Istimewa)
Foto (Istimewa)

RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit yang berdiri pada akhir abad ke-13 masehi telah mengenal mata uang untuk transaksi keuangan sehari-hari.

Para ahli mendapati mata uang gobog sebagai salah satu artefak bersejarah dari zaman Wilwatikta.

Uang logam inilah yang dipakai masyarakat pada 700 tahun lalu untuk aktivitas ekonomi.

Uang gobog yang merupakan uang koin ini terbuat dari campuran tembaga dan timah.

Bentuknya bulat tidak beraturan dengan lubang segi empat di bagian tengahnya.

Diameter uang gobog sekitar 5 sentimeter yang desainnya menyerupai uang koin asal Tiongkok.

Selain berfungsi sebagai alat pembayaran, uang gobog sering dianggap sebagai benda sakral dengan nilai spiritual.

Motif seperti ular, burung, ayam, perahu, dan bendera sering digunakan sebagai ukiran uang gobog.

Penggunaan mata uang pada kerajaan Majapahit tidak hanya mempermudah transaksi dagang secara internal.

Melainkan juga memperkuat posisi Majapahit sebagai pusat perdagangan utama di kawasan Nusantara.

Wilayah kekuasaan Wilwatikta meliputi pulau Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, dan sebagian dari Filipina.

Denominasi berbagai jenis koin membantu memfasilitasi perdagangan dalam skala besar.

Mata uang Majapahit ini merupakan evolusi dari sistem keuangan yang lebih awal digunakan oleh kerajaan Mataram Kuno.

Pada era Mataram Kuno, mata uang terbuat dari emas dan perak dengan satuan uang seperti kati, suwarna, masa, dan kupang.

Tetapi penggunaan mata tersebut perlahan mengalami pergeseran hingga tak digunakan saat Majapahit berdiri.

Meskipun kejayaan Majapahit berakhir pada abad ke-16 masehi, sejumlah artefak mata uang dari masa itu masih bisa kita temui di berbagai museum di Indonesia.

Penggunaan mata uang gobog sebagai bagian dari sejarah Majapahit membuatnya kerap dijadijan bahan kajian yang menarik minat para ahli numismatis dan sejarawan.

Banyak perajin logam di beberapa daerah, terutama Jawa dan Bali, menjual gobog sebagai keperluan sesajen, upacara adat, dan jimat.

Uang gobog terkadang bisa ditemukan di pasar kolektor dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 5 juta per kepingnya.

Nilai historis dan kekayaan budaya yang mereka wakili menandakan betapa pentingnya mata uang Majapahit dalam warisan budaya Indonesia.

Upaya pelestarian dan studi terus berlanjut untuk memahami peran pentingnya dalam sejarah ekonomi dan kebudayaan Nusantara. (RIZQI)

Editor : Martda Vadetya
#uang #budaya #majapahit #Gobog #ekonomi #wilwatikta #kerajaan