RADAR MAJAPAHIT – Ekskavasi tahap V Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo terus digeber.
Kali ini tim arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim menggandeng akademisi.
Salah satunya untuk menerapkan metode geolistrik dalam melacak sebaran struktur bangunan sisa istana raja Majapahit tersebut.
kumitirBaca Juga: Perajin Bata di Desa Kumitir Temukan Struktur Kuno, Diduga Bagian dari Istana Bhre Wengker
Ketua Tim Ekskavasi Situs Kumitir M. Ichwan menerangkan, dalam ekskavasi lanjutan ini turut melibatkan dosen serta mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
"Untuk ekskavasi ini kami bekerja sama dengan departemen arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM," terang arkeolog BPK Wilayah XI Jatim ini.
Para akademisi tersebut, lanjut Ichwan, dilibatkan untuk menerapkan geolistrik.
Yakni, pendekatan metode geofisika guna menelusuri lapisan atau struktur di bawah permukaan tanah.
"Untuk geolistrik ini akan kita lakukan di minggu ini, ya dalam waktu dekat ini," ungkapnya.
Ichwan menjelaskan, penerapan pendekatan geolistrik tak lain untuk mengoptimalkan penelusursan arkeologis.
"Fungsinya untuk mendeteksi adanya kemungkinan struktur yang lain," beber Ichwan.
Keberadaan akademisi tersebut melengkapi tim ekskavasi dari BPK Wilayah XI Jatim yang menerjunkan 25 orang tim teknis arkeologis.
"Untuk tim pembantu di lapangan. Seperti juru gali, ada 25 orang. Di antaranya kami juga libatkan warga Desa Kumitir," urainya.
Ekskavasi tahap V Situs Kumitir berlangsung sejak 17 September hingga 9 Oktober mendatang.
Selama 20 hari digelar, penggalian menyasar empat titik dengan luas 500 meter persegi.
Khususnya, di area barat, utara, dan selatan kompleks yang diyakini istana Bhre Wengker tersebut. (vad/ris)
Editor : Martda Vadetya