Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Perajin Bata di Desa Kumitir Temukan Struktur Kuno, Diduga Bagian dari Istana Bhre Wengker

Martda Vadetya • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 18:34 WIB
BATA KUNO: Struktur bata kuno ditemukan di area linggan kawasan Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.(foto: Martda Vadedetya/JPRM)
BATA KUNO: Struktur bata kuno ditemukan di area linggan kawasan Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.(foto: Martda Vadedetya/JPRM)

RADARMAJAPAHIT - Pola keruangan dan sebaran struktur Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, tampaknya cukup kompleks.

Seiring kembali ditemukannya struktur bata kuno oleh perajin bata di luar area inti istana Bhre Wengker baru-baru ini.

Supriyono, salah seorang perajin bata mengatakan, susunan bata kuno tersebut ditemukan tepat saat perajin sedang menggali tanah di linggan.

Karena telah tersosialisasi, mereka lantas menghindari untuk menggali titik bata kuno tersebut berada.

’’Ya, tidak diapa-apakan, tidak dirusak. Dihindari atau disisihkan gitu saja,’’ kata pria 40 tahun ini.

Sejak menyewa lahan milik warga sekitar 7 bulan lalu, lanjutnya, tidak jarang ditemukan bata kuno. Hanya saja dalam kondisi sudah tidak utuh.

’’Banyak (bata kuno), tetapi sudah tidak utuh (growol). Kita pinggirkan jadi satu,’’ tandasnya.

Juru Pelihara Situs Kumitir Abdul Kholiq mengatakan, pihaknya mendapati indikasi struktur kuno setelah menerima laporan dari perajin bata di sisi selatan situs pada Rabu (21/8) sore.

’’Kemarin (Rabu, 21/8) memang kami sedang mengontrol di sisi selatan ini dan kelihatan ada struktur bata ini. Malamnya langsung kami laporkan ke BPK Wilayah XI Jatim,’’ ujarnya, Kamis (22/8).

Temuan bata kuno ini berjarak sekitar 100 meter dari area inti situs. Yang paling menonjol ada di dua titik.

Pertama, bata kuno yang tersusun layaknya dinding dengan panjang sekitar 2 meter dengan tinggi empat lapis.

Dan bata kuno yang tersusun menyerupai komponen bangunan berbentuk persegi dengan dimensi sekitar 2x1,5 meter.

’’Temuan ini di luar area inti situs yang luasnya 6 hektare dan bukan di lahan yang sudah dibebaskan. Jadi 10 linggan ini sewa lahan milik warga,’’ ungkap Kholiq.

Temuan ini langsung ditindaklanjuti BPK Wilayah XI Jatim dengan menerjunkan tim arkeolog untuk mengecek ke lokasi.

Tetapi, belum diketahui pasti apakah susunan bata kuno tersebut merupakan bagian situs atau mungkin struktur yang berbeda.

’’Tadi (Kamis, 22/8) sudah dicek langsung sama arkeolog BPK Wilayah XI Jatim. Sementara hasilnya belum bisa dipastikan ini struktur apa dan polanya bagaimana karena masih belum diekskavasi,’’ sebutnya. (vad/fen)

Editor : Martda Vadetya
#kuno #perajin bata #Situs Kumitir #BPK WIlayah XI Jatim #struktur