Diawali Pemeriksaan Geolistrik, Incar Pola Keruangan Istana Bhre Wengker
JATIREJO - Usai menggelar ekskavasi di situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim bakal menggali cagar budaya tinggalan Majapahit lainnya.
Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, jadi sasaran berikutnya yang dijadwalkan kembali diekskavasi September mendatang.
Hal ini diutarakan Kepala BPK Wilayah XI Jatim Endah Budi Heryani. Rencananya, ekskavasi lanjutan ini menyasar lahan yang telah dibebaskan tahun lalu di sekitar area inti situs.
’’Untuk ekskavasi situs Kumitir rencananya kita lakukan di September nanti,’’ ujarnya.
Sebelum melangsungkan penggalian arkeologis, lanjut Endah, pra ekskavasi menggunakan metode geolistrik dijadwalkan akan digulirkan terlebih dahulu pada pengujung Agustus nanti.
Metode ini digunakan lantaran tim arkeolog belum mengantongi pola keruangan istana Bhre Wengker secara detil.
’’Kalau di situs Bhre Kahuripan kita bisa test pit sehingga bisa diprediksi sebaran strukturnya di titik mana saja. Kalau di Kumitir masih belum bisa,’’ ungkap Endah.
Untuk diketahui, geolistrik merupakan metode geofisika yang digunakan untuk menyelidiki kondisi bawah permukaan tanah.
Hasil dari proses geolistrik itu, kata Endah, akan digunakan sebagai acuan titik ekskavasi di bulan September.
’’Nanti hasil dari geolistrik jadi acuan kita untuk titik mana saja yang akan diekskavasi bulan September,’’ sebutnya.
Dalam ekskavasi lanjutan ini BPK Wilayah XI Jatim bakal menggandeng sejumlah akademisi dari beragam disiplin keilmuan yang relevan.
Tujuannya tak lain, untuk melengkapi teka teki sejarah besar dibalik sisa reruntuhan peradaban Majapahit tersebut.
’’Sehingga ada banyak pihak yang bisa memberi dan memperkaya narasi untuk situs Kumitir,’’ tandasnya.
Perlu diketahui, situs Kumitir telah empat kali diekskavasi sejak 2019 hingga 2021. Pada penggalian keempat September 2021 silam, tim arkeolog berhasil menampakkan dua titik tapak gerbang istana Bhre Wengker.
Struktur bata merah berdimensi 1,7 x 1,7 meter ini terpisah jarak 12 meter dan menghadap ke barat. (vad/fen)
Editor : Martda Vadetya