SOOKO - Meski baru saja rampung diekskavasi, Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Mojokerto, masih menyimpan pertanyaan pada pola atau denah keruangan kompleks candi.
Ini menjadi salah satu faktor situs tinggalan Raja Hayam Wuruk akan diprioritaskan mendapat ekskavasi lanjutan tahun depan.
Sejauh ini, situs berangka tahun 1294 saka atau 1372 masehi sudah lebih dari lima kali diekskavasi.
Baru-baru ini penggalian arkeologis dimotori Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim dan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto rampung digelar.
Baru sebagian pola keruangan halaman utama candi yang terkuak.
Sebaran struktur cagar budaya yang berhasil ditampakkan yakni pagar keliling sisi utara dan timur candi.
Yang memiliki ketebalan 110 cm dan membujur dari barat ke timur sepanjang 183 meter dengan tiga tapak pilar di sisi utara.
Dan pagar timur yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 121 meter.
Ekskavasi turut menyasar struktur di sisi barat halaman utama candi. Tapak gapura berdimensi sekitar 11 meter dan berpola cruciform ditampakkan.
Berikut struktur di utara gapura yang disinyalir bagian dari bilik atau ruang pemujaan berbentuk persegi dengan dimensi 20 meter persegi.
Tim arkeolog belum mendapati temuan lepas selain fragmen gerabah dan keramik.
Kendati begitu, Ketua Tim Ekskavasi Bhre Kahuripan M Ichwan menilai, hasil ekskavasi lanjutan ini cukup signifikan melengkapi data penelusuran denah keruangan halaman utama candi.
Meski hingga kini belum separo pola keruangan di area inti candi teridentifikasi.
Di samping punya nilai sejarah besar, beberapa faktor tersebut menjadikan Situs Bhre Kahuripan bakal diprioritaskan kembali diekskavasi tahun depan.
’’Akan kami sesuaikan dengan kegiatan kami pada tahun depan. Karena memang dari sekian luasnya situs ini, belum terungkap semua,’’ ujarnya.
Hal senada diutarakan Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupatan Mojokerto Riedy Prastowo.
Dari hasil ekskavasi sejauh ini, pola keruangan candi tinggalan zaman Wilwatikta ini relatif apik dan unik.
Pihaknya bakal intens koordinasi dengan BPK Wilayah XI Jatim untuk melanjutkan penggalian arkeologis tahun depan.
’’Ekskavasi yang didanai pemkab relatif terbatas. Mungkin setahun sekali. Untuk tahun depan kita koordinasikan lagi dengan BPK Wilayah XI Jatim untuk sasaran ekskavasinya. Tetapi memang ekskavasi kemarin menunjukkan Situs Bhre Kahuripan cagar budaya yang besar,’’ ungkapnya, terpisah. (vad/fen)
Editor : Martda Vadetya