RADAR MAJAPAHIT - Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko tuntas digelar selama 25 hari dan berakhir pada Jumat (19/7).
Selain menampakkan pagar keliling situs di sisi utara candi, arkeolog mendapati tiga tapak pilar yang menjadi bagian dari struktur bangunan zaman Majapahit tersebut.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M. Ichwan mengatakan, sejak ekskavasi bergulir 25 Juni hingga 19 Juli, pihaknya mendapati sejumlah temuan yang bisa dijadikan data pelengkap hasil ekskavasi sebelumnya.
Dari 200 lebih kotak gali yang ada, teridentifikasi pagar dengan tebal sekitar 110 sentimeter (cm) mengelilingi bagian candi di sisi utara dan timur.
”Untuk pagar utara yang membujur dari barat ke timur panjangnya sekitar 183 meter. Sedangkan pagar timur yang membentang dari utara ke selatan panjangnya sekitar 121 meter,” ungkap arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim.
Selain itu, tim ekskavasi turut mendapati tiga tapak gapura di pagar utara candi yang berdimensi sekitar 3,7 x 3,8 meter persegi tersebut.
Di mana sudut pilar ini menjorok keluar layaknya fondasi gapura era Majapahit.
”Di pagar utara ini ada bagian yang menjorok ke luar berdenah bujur sangkar. Kami belum bisa katakan ini sebagai gapura, kemungkinan itu sebagai pilar. Tapi, ini masih taraf interpretasi, belum bisa kita pastikan,” imbuh alumnus Universitas Udayana ini.
Ichwan menyebut tapak gapura di pagar keliling candi justru terindikasi lebih dari tiga titik. Hanya saja pihaknya belum bisa menampakkan seluruhnya.
”Di ujung timur laut kami juga dapatkan indikasinya. Tapi, yang bisa kita buka bidang sisi baratnya saja, karena yang lain masih belum bisa kita tampakkan karena di bawah jalan desa. Jadi kemungkinan jumlah totalnya 5 dengan tiga di tengah tadi,” tandas Ichwan.
Meski demikian, indikasi tersebut belum bisa mengarah pada tapak gapura. Sebab, lanjut Ichwan, belum didapati adanya hiasan atau relief pada sudut yang menjorok dengan pagar selayaknya gapura zaman Wilwatikta.
”Kami duga pagar ini berdenah persegi empat panjang menghadap ke arah barat dengan indikasi ada tiga tapak pilar,” jelasnya.
Tim ekskavasi juga melalukan tes pit di area selatan situs angka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi tersebut. ”Kami dapatkan indikasi adanya pagar keliling di selatan juga,” papar Ichwan.
Praktis, hasil ekskavasi tahap V ini melengkapi hasil ekskavasi sebelumnya. Kesimpulan tim ekskavasi untuk sementara, situs peninggalan Raja Hayam Wuruk ini memang dikelilingi pagar yang menyambung dari area lapangan sepak bola hingga perkebunan di sekitar candi.
”Pagar barat di lapangan membujur dari utara ke selatan dengan tapak gapura yang kami temukan sebelumnya berdimensi 13,3 x 11,3 meter persegi. Untuk sisi utara ini yang kita ungkap dari ekskavasi (tahap V) ini,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Martda Vadetya