Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Gandeng Peneliti BRIN, Situs Peninggalan Majapahit Ini Diuji Karbon

Martda Vadetya • Senin, 1 Juli 2024 | 17:01 WIB

 

 

AMBIL SAMPEL: Peneliti BRIN bersama tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim bersiap mengambil sampel uji karbon dari material struktur situs Bhre Kahuripan. (foto : BPK Wilayah XI Jatim)
AMBIL SAMPEL: Peneliti BRIN bersama tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim bersiap mengambil sampel uji karbon dari material struktur situs Bhre Kahuripan. (foto : BPK Wilayah XI Jatim)

Incar Penanggalan Kompleks Candi  

RADARMAJAPAHIT - Selain menelusuri pola keruangan situs, penanggalan pembangunan candi juga menjadi fokus ekskavasi tahap V Situs Bhre Kahuripan.

Untuk melengkapi teka-teki sejarahnya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim bersama peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan uji karbon (carbon dating) pada kompleks candi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Mojokerto, tersebut.

Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI Jatim M. Ichwan menuturkan, uji karbon dilakukan pada pekan pertama ekskavasi tahap kelima ini.

Pihaknya menggandeng ahli bidang geologi Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan pengujian yang kompleks tersebut.

TELUSURI SEJARAH: Situs Bhre Kahuripan diuji karbon untuk menganalisis tanggal didirikannya salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut. (foto : BPK Wilayah XI Jatim)
TELUSURI SEJARAH: Situs Bhre Kahuripan diuji karbon untuk menganalisis tanggal didirikannya salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut. (foto : BPK Wilayah XI Jatim)

’’Serangkaian kegiatan uji karbon ini diawali dengan observasi pada struktur bangunan candi di semua sektornya. Titik pengambilan sampel ditentukan langsung oleh pihak BRIN,’’ ujarnya.

Sampel material struktur bangunan candi dengan luas total sekitar 6 hektare tersebut diambil dari sejumlah titik.

’’Dari situ nanti bisa ditentukan objek yang mengandung unsur karbon yang akan dijadikan sampel pengujian,’’ imbuh Ichwan.

Uji karbon yang dilakukan, lanjut Ichwan, tak lain untuk melengkapi analisa penanggalan didirikannya kompleks candi yang sejauh ini diyakini sebagai tinggalan Raja Hayam Wuruk tersebut.

Yang mengacu sebagaimana pada temuan yoni berangka tahun 1294 saka atau 1372 masehi pada bangunan inti candi.

’’Tujuan uji karbon ini untuk mempertajam analisa dan mengetahui umur atau penanggalan Situs Bhre Kahuripan secara mutlak sekaligus mendukung penanggalan yang sudah ada pada yoni,’’ urai arkeolog jebolan Universitas Udayana ini.

Disinggung soal tuntasnya hasil uji carbon dating yang baru kali pertama dilakukan ini, pihaknya belum bisa memastikan.

Sebab, serangkaian proses uji karbon yang dilakukan BRIN dimungkinkan membutuhkan waktu beberapa pekan kedepan.

’’Selesai kapan kami belum tahu pasti, perkiraan kurun 1-3 bulan ke depan,’’ tukas Ichwan.

Dalam ekskvasi tahap V ini, tim arkeolog BPK Wilayah X Jatim berupaya menelusuri sebaran cagar budaya dan pola keruangan Situs Bhre Kahuripan di sisi utara dan timur candi.

Kurun 25 Juni hingga 19 Juli mendatang, lebih dari 200 kotak gali akan diekskavasi. Sejauh ini, tim ekskavasi telah mendapati struktur pagar keliling di utara candi dengan ketebalan sekitar 130 cm dan tinggi 3-6 lapis bata kuno.

Struktur ini diduga kuat sambungan dari pagar kuno di area lapangan desa yang sebelumnya rampung ditampakkan. (vad/fen)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #BPK Wilayah Jatim #majapahit #situs bhre kahuripan #BRIN